close

KH. Mudzakir Ma’ruf, Kiai Rosokan Penggagas Ngaji Reboan

   Pada: Maret 22, 2020

Pada tahun 1990-an siapa yang tidak pernah mendengar suara KH. Mudzakir Ma’ruf di radio yang mengaji kitab Nashoihul Ibad? Saya sendiri setiap subuh senantiasa aktif mendengarkan pengajian itu. Suaranya khas. Penjelasannya pun jelas dan terang. Joke-jokenya pun sangat sesuai dengan telinga orang kebanyakan. KH. Mudzakir Maruf pun sering diundang pengajian ke berbagai daerah. Hingga sampai …

KH. Achyat Chalimi, Kiai Pewaris Aset NU Yang Berlimpah

   Pada: Maret 12, 2020

Siapa orang Mojokerto yang tidak mengenal KH. Achyat Halimi? Hampir semua orang Mojokerto mengenalnya. Bila orang menyebut Pondok Sabilul Muttaqin maka semua orang akan menyebutnya dengan sebutan Pondok Abah Yat. Panggilan Abah Yat, menandakan bahwa hubungan antara KH. Achyat Halimi dengan masyarakat begitu akrabnya. Sampai sampai panggilan Kiai tergantikan dengan panggilan Abah. KH. Achyat Halimi …

Biografi (Almarhum) KH. Mashul Ismail, Rois Syuriah PCNU Kab. Mojokerto

   Pada: Maret 2, 2020

KH. Mashul Ismail lahir pada tahun 1953, di Desa Karangminggah Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Beliau hidup dalam lingkungan yang sangat agamis, sehingga sejak kecil sudah ikut belajar ngaji di pondok pesantren. Selain di Pondok KH. Mashul Ismail, juga menempuh pendidikan formal. Ditingkat dasar, beliau menempuh pendidikan di SD umum, sekaligus merangkap di Madrasah Ibtidaiyah. Yang …

Mbah Taslim, exs-Senopati Pangeran Diponegoro Pembabat Alas Bumi Wonosroyo

   Pada: Februari 26, 2020

Saya sudah mendengar tentang makam Mbah Taslim saat ziarah ke Makam Sayyid Marzuki Basyaiban-Manting. Saat itu, ada rombongan dari MWC NU Sooko yang melakukan ziarah ke makam makam di sekitaran Mojokerto. Mereka bercerita sebelum ke Manting, terlebih dahulu ke Makam Mbah Taslim Desa Sroyo Dlanggu. Saya pun penasaran dengan makam itu. Kemudian saya menghubungi seorang …

Mbah Jatmiko, Kiai Mojokerto Pemberi Keris Gus Dur

   Pada: Februari 17, 2020

Suatu saat saya berjumpa dengan kawanku, seorang pegawai kemenag. Saya bercerita tentang proyek penulisanku yang bertemakan wali di Bumi Majapahit. Saya terangkan kepadanya, sudah beberap tokoh yang saya tulis, dan butuh lagi beberapa ulama lainnya. Ia kemudian menawarkan ke seorang tokoh, namanya Mbah Jat. Ia sendiri pernah ngawulo selama dua belas tahun di ndalem Mbah …

Biografi KH. Arif Hasan, Pengasuh PP. Roudlatun Nasyiin Berat Kulon

   Pada: Februari 16, 2020

Di suatu pagi yang sepi, seorang bayi dibiarkan terlentang seorang diri di dalam rumahnya. Tiba tiba dari arah sungai seekor ular menjulur julurkan lidahnya. Ular itu terus bergerak mendekati bayi itu. Ia pun kemudian membelit calon mangsanya itu. Mendapati bayinya berada di ujung maut, Kiai Hasan dan Bu Nyai Sholihah gundah gulana. Mereka tidak bisa …

KH. Moh. Mustofa, Kyai Dungdeng Anak Singokerto

   Pada: Februari 14, 2020

Canggu, selain memiliki jejak jejak sejarah Majapahit yang berlimpah, juga menyimpan sejarah agung seorang ulama yang pernah lahir di wilayah itu. Namanya Mustamin anaknya Singokerto, ki Lurah Kedungsumur Canggu Jetis Mojokerto. Di mulai dari kenakalan Mustamin saat masih muda. Ia berguru kanuragan dari berbagai guru. Tidak hanya ilmu putih, ilmu hitam pun ia serap. Dan …

Strategi Kontra Intelijen Para Kiai

   Pada: Februari 14, 2020

Menjelang peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945, Kiai Abbas, Buntet, Cirebon, membentuk jaringan telik sandi santri yang membentang dari Cirebon ke arah timur hingga Surabaya. Anggotanya adalah para santri dengan usia yang beragam. Dalam bentangan jaringan telik sandi inilah, koordinasi antar lini barisan Mujahidin (mustasyar-nya Hizbullah dan Sabilillah) yang dikomando oleh KH. A. Wahab Chasbullah bisa …

Kiai Wahid Hasyim, Kiai Abdullah Aqib dan Kartu Remi

   Pada: Februari 14, 2020

Abdullah Aqib masih belum genap berusia 20 tahun manakala ia menjadi santri di pesantren Tebuireng. Di pesantren asuhan Hadratussyaikh Hasyim Asyari itu, ia menjadi kader KH. A. Wahid Hasyim dan KH. Muhammad Ilyas di Madrasah Nidzomiyah. Abdullah Aqib merasa senang saat diterima di madrasah yang menerapkan sistem klasikal dengan komposisi materi 70 persen umum dan …