Menguatkan Budaya Generasi Muda, IPNU IPPNU Kutorejo Menggelar Gerakan Penggila Sholawat (GPS)

Kutorejo - Malam yang penuh berkah telah terwujudkan pada hari Sabtu (24/08) di Dsn Kaligoro Ds Kaligoro, dengan mengadakan Generasi Penggila Sholawat (GPS) yang di selenggarakan oleh PAC IPNU IPPNU Kutorejo. Acara ini dihadiri oleh Gus Ali M Nasih selaku Ketua PC GP Ansor Mojokerto, Kyai Taufiq selaku wakil rois syuriah MWC NU Kutorejo, Pembina IPNU IPPNU Kutorejo, Pengurus MWC NU Kutorejo, PAC Ansor Kec Kutorejo, Kepala Pemerintahan desa beserta jajarannya, tokoh masyarakat desa dan seluruh anggota IPNU IPPNU Se-Kec. Kutorejo.

Dalam sambutannya, Gus Ali, Ketua Ansor Kabupaten Mojokerto, menyampaikan tentang tanggungjawab generasi muda NU dalam menjaga benteng pertahanan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan penguatan budaya,

"Penguatan Budaya, adalah tanggung jawab generasi muda NU. Organisasi ini hendaknya senantiasa menjaga keseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara." tegas Gus Ali saat menyampaikan materi di hadapan seluruh tamu undangan.

Senada dengan pernyataan Gus Ali, Bapak Rohmadi, selaku Ranting NU kaligoro  sekaligus tuan rumah menyatakan tentang perlunya penguatan generasi muda NU dengan ragam program yang melestarikan tradisi tradisi ahlusunnah waljamaah,

"Harapan saya GPS bisa lebih besar dan maju lagi, jadi kita harus lebih dari yang kita lakukan sekarang ini. Untuk memaksimalkan acara ini maka dibutuhkan kekompakan dari sebuah tim, saling mengerti dan memahami satu sama lain, kami sebagai pembina juga memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya acara seperti ini" kata Bapak Rohmadi.

Lebih jauh, Bapak Rohmadi, menjelaskan bahwa pengaruh dari luar saat ini semakin tajam mengincar para generasi-generasi bangsa untuk dimanipulasi dengan suguhan kemudahan serta kesenangan dengan iming-iming yang terus digemborkan. Untuk itu pentingnya mencari ilmu tidak hanya lewat media sosial saja, tetapi juga belajar berjuang bertaqwa di ajaran islam aswaja an nahdliyin, langsung dari para alim ulama yang dapat dipertanggung jawabkan keilmuan sanadnya. 

Setelah sambutan sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat. Usai pembacaan shalawat, para Kiai menutupnya dengan doa penutup. Kemudian panitia mengajak semua jamaah yang hadir untuk beramah tamah dengan makan bersama. (uswah) 

 

BERITA LAINNYA