PCNU Kab. Mojokerto Menggelar Upacara HUT Kemerdekaan di Halaman Wisma NU untuk pertama kalinya.

SOOKO - Untuk kali pertama kalinya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto menggelar upacara bendera dan tahlil bersama memperingati hari kemerdekaan Indonesia Ke-74, pada hari Sabtu (17/08) pukul 07.00 Wib, di Halaman kantor Wisma NU Kabupaten Mojokerto.

Dalam kesempatan ini, pembina upacaranya langsung dipimpin oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Mojokerto, Kyai Abdul Adzim Alawy. Pada saat Kyai Abdul Adzim Alawy memberi amanat, beliau menyampaikan bahwa upacara ini adalah pertama kalinya di wisma NU. Hal ini sebagai bentuk mahabbah terhadap tanah air, rasa syukur terhadap kemerdekaan Negara Republik Indonesia, dan penghormatan kepada para pejuang yang sudah rela meneteskan darah demi kemerdekaan.

"Ini pertama kalinya upacara di istana kita, wisma NU. Upacara hari 17 Agustus merupakan mahabbah terhadap negara. Sebab, cinta tanah air adalah sebagaian dari iman. Oleh sebab itu kita harus bangga datang dipagi hari ini untuk melaksanakan upacara bendera" tegasnya. 

"Upacara juga merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pejuang yang telah meneteskan air mata dan darah, semoga kita mendapakat barokahnya" tambahnya. 

Sementara, Ketua Umum Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto, salah satu peserta upacara, Laudry Faturrokhman menuturkan,

"Mengapa kita harus memperingati acara 17 agustus? walaupun sekecil kecilnya acara adalah membuktikan kalau kita berpihak nasionalisme" tuturnya.

Laudry berharap, kedepan seluruh kader-kader muda NU harus meneladani jasa-jasa pejuang dan berjuang senafas dengan Ahlusunnah Wal Jamaah Nahdlatul Ulama. 

"Saya berharap seluruh kader-kader muda NU harus dapat meneladani jasa-jasa pejuang dan berjuang senafas dengan Ahlussunah Wal Jamaah Nahdalatul ulama', imbuhnya. 

Kegiatan ini turut di hadiri oleh jajaran Mustayar, Syuriah, Tanfidziyah, seluruh Banom, dan lembaga di bawah naungan PCNU Kab. Mojokerto. Terlihat halaman dipenuhi dengan pengurus dan warga NU yang khusuk mengikuti upacara. (lutvi) 

BERITA LAINNYA