Gus Ulil Absar Abdala : Lapar Sebagai Counter Konsumerisme

Kopdar Ihya Ulumuddin oleh RMI Mojokerto di Wisma PCNU Kab. Mojokerto pada Kamis (18/19) dengan menghadirkan Gus Ulil Abshar Abdala, mendedahkan bagian dari kitab Ihya Ulumudin tentang fadilah lapar. Gus Ulil ulil  pada pembahasan pertama mengenai fadhilah lapar, menekankan bahwa pembahasan fadhilah lapar ini sangat relevan dengan keadaan sekarang yang serba berlebihan dalam gaya hidup, dan menangkal paham konsumerisme yang berpandangan bahwa barang-barang mewah adalah ukuran kebahagiaan dan kesenangan manusia.

Beberapa faedah yang dijelaskan adalah; tindak laku lapar dapat menjadikan seseorang lebih ingat terhadap siksa di akhirat dan memberikan kesadaran tentang rasa lapar orang-orang yang hidupnya kurang berkecukupan. Karna dengan rasa lapar, atau melihat orang yang diberi cobaan kemiskinan dan kelaparan maka rohani kita semakin sehat.
"Seorang hamba yang ingin hatinya sehat, rohaninya sehat maka setidaknya harus pernah mengalami cobaan atau minimal menyaksikan orang lain yang diberi cobaan oleh Allah" tegas gus Ulil.

Lebih jauh, Gus Ulil menjelaskan bahwa faedah yang terbesar dan yang paling inti dari faedah-faedah lain dari tindak laku lapar adalah; perilaku lapar dapat menghancurkan atau mengalahkan ego (hawa nafsu) yang mendorong terhadap keburukan. Karena menurut Imam Ghazali sebenarnya adanya perilaku maksiat adalah sebab syahwat dan kekuatan jasmani seseorang. Maka ketika orang tersebut lapar, maka secara logis orang tersebut kekuatannya melemah yang menjadikannya enggan untuk melakukan tindak laku kemaksiatan. yang berarti mampu mengalahkan hawa nafsunya.

Orang  yang mampu menguasai hawa nafsunya, kata Imam Ghazali, maka orang itu akan memperoleh kebahagiaan.  Al Ghazali menjelaskan,


????? ??????? ???? ?? ?? ???? ????? ????? ???????? ?? ?? ????? ????.

Yang artinya; Kebahagian yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mampu menguasai nafsunya. Dan celaka adalah ketika seseorang dikuasai oleh nafsunya.

Gus Ulil memberikan analogi dengan pemain sepak bola yang berhasil mencetak goal. Beliau berkata "Yang berhasil mencetak goal adalah para pemain yang mampu mengontrol bola dengan baik yang juga orang yang mampu menguasai ego agar sampai bisa mencetak goal". (Fais)

BERITA LAINNYA