Tausiyah KH. Syamsul Abadi al Hafidz: NU itu seperti susu

Dalam Halal bihalal yang diselenggarakan oleh PCNU Kab. Mojokerto, sejatinya yang menjadi pen-tausiyah adalah KH. Marzuki Mustamar. Tetapi dikarenakan beliau berhalangan hadir, maka digantikan oleh penggantinya yakni KH. Syamsul Abadi al-Hafidz dari Jombang. 

KH. Syamsul Abadi al-Hafidz mengatakan bahwa halal bihalal itu dimulai dari konsultasinya Presiden Sukarno kepada KH. Wahab hasbullah atas kondisi elit politik yang saling bergesekkan. KH. Wahab Hasbullah mengusulkan untuk membuat sebuah acara yang dinamakan halal bi halal. Maka pada saat itulah acara halal bihalal dimulai.

Mengapa manusia terus menerus memiliki potensi untuk retak hubungan satu dengan lainnya? Menurut KH. Syamsul Abadi, dikarenakan bahan susunan tubuhnya yang mempengaruhi. Seperti tanah, memiliki unsur yang meretakkan. Awalnya Nabi Adam-Hawa dan Allah itu dekat. Tetapi ketika Nabi Adam dan Hawa melanggar perintah Allah, kemudian menjadi jauh.Karenanya diperlukan upaya pendekatan dengan, bahasa sekarang saling memaafkan, atau halal bi halal.

KH. Syamsul Abadi mengingatkan kepada PCNU untuk terus menebarkan dakwah seperti Nabi Muhammad. Sebab dakwah Nabi Muhammad, itu tidak pernah mencacat umatnya. NU harus mengayomi, dan membimbing umatnya dengan sabar.

"NU itu simbolnya bukan darah, bukan nanah, tetapi susu. Setiap orang merasakan rasa segar bila meminumnya" Tausiyah KH. SYamsul Abadi.  

 

 

BERITA LAINNYA