Harapan Ketua PCNU Kab. Mojokerto setelah Keputusan Mahkamah Konstitusi
Seperti dimaklumi, KPU setelah melakukan penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara pilpres secara nasional menyatakan pasangan nomor urut 01, Ir. H. Joko Widodo dan Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai peraih suara tertinggi melalui proses pemilu yang demokratis. Apalagi setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan perkara Pilpres, maka tidak ada lagi ruang untuk memperdebatkan pilpres beserta hasilnya setelah MK menjatuhkan putusan sengketa pilpres. 
Terkait keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan BPN yang berarti pula kemenangan mutlak pasangan Ir. Joko Widodo dan KH. Maruf Amin, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Mojokerto, KH. Abdul Adzim Alwy berharap setelah ini, masyarakat melakukan konsolidasi dan tetap mengedepankan persatuan dan keutuhan bangsa.  
 
"Mari kita terima hasil pilpres dengan tingkat partisipasi pemilih tertinggi dalam pemilu demokratis yang dicapai bangsa dan negara ini dengan legowo. Kita harus jaga kerukunan antar umat beragama. Kita adalah saudara satu bangsa satu tanah air, Indonesia" ajaknya.
 
KH. Abdul Adzim juga meminta agar pasangan terpilih dan pendukungnya tetap rendah hati. Sementara bagi pihak yang tidak terpilih untuk berlapang dada.
 
"Yang ditetapkan sebagai paslon terpilih mohon tetap rendah hati dan yang tidak terpilih berkenan lapang dada. Demikian juga dengan para pendukung dan simpatisan masing-masing," katanya.
 
Oleh karena itu, dengan berakhirnya sidang perkara sengketa pilpres di MK, ia meminta agar silang pendapat juga berakhir. "Kita akhiri juga segala polemik dan perbedaan pendapat tentang pilpres. Kita kembali bersatu padu dan utuh sebagai bangsa yang berbudaya demi kejayaan Indonesia raya. Kita harus jaga perdamaian. Tanpa perdamaian tidak akan ada kesejahteraan, tanpa kesejahteraan tidak akan lestari" ujarnya.
 
Akhirnya, PCNU Kab. Mojokerto mengucapkan selamat dan mendoakan pasangan terpilih agar dapat membawa maslahat masyarakat.
 
"Selamat untuk Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf. Selamat menahkodai NKRI" pungkasnya. (Isno)
BERITA LAINNYA