Deviden Nutrisi Yang Mulai Terisi

Mojokerto -  Nutrisi water sebagai amal usaha GP. Ansor terus menunjukkan eksistensinya. Sejal awal berdirinya hingga bulan Mei 2019, usaha ini telah menorehkan laba yang meningkat. Dalam laporan keuangannya, manajemen Nutrisi melaporkan dari bulan maret hingga Mei, perusahaan telah memperoleh laba Rp. 63.815.000. Dari laba tersebut, pada triwulan pertama, setelah dikurangi pengeluaran, dibagikan devidennya. 

Pada minggu (16/19) bertempat di kantor barunya, Perum Jampirogo Residen Blok B, manajemen Nutrisi membagi deviden kepada PCNU dan lembaga serta banom sebagai pemegang saham. Dalam pembagian deviden itu, turut hadir ketua PCNU, Ketua Muslimat dan sejumlah ketua Lembaga dan Banom.

Terkait pembagian deviden tersebut, KH. Abdul Adzim turut menyatakan kebahagiannya. Amal usaha yang dilakukan oleh GP. Ansor telah memperoleh hasilnya. Namun demikian, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto itu memberikan beberapa catatan kepada Manajemen Nutrisi Water. Menurut KH. Abdul Adzim, marketing Nutrisi Water perlu berbenah. Sebab hingga bulan Mei tidak semua warga NU mengenal Nutrisi water. 

"Kemarin saat saya diundang di sebuah acara warga NU, saya kaget, sebab yang disuguhkan ke saya bukan Nutrisi water. Maka saya kemudian menegur, kenapa tidak memakai Nutrisi? Apa panjenengan bukan orang NU? Dijawab oleh orang itu bahwa beliau itu orang NU asli. Tapi memang belum tahu kalau NU telah memiliki Nutrisi water. Nah ini kesalahan marketing kita. Seharusnya seluruh warga NU tahu tentang produk kita. Kalau mereka mengetahui produk NU, maka sudah seharusnya diseluruh hajatan warga NU, menggunakan produk NU" ucap KH. Abdul Adzim bersemangat. 

Menjawab kritikan dari ketua PCNU tersebut, pihak manajemen berjanji akan memperbaiki strategi marketingnya. Mereka juga berharap kepada para pemegang saham untuk membantu, minimal mengkomunikasikan antar agen dengan pengurus NU di daerah daerah. 

"Kesulitan agen agen saat kami mengumpulkan seluruh agen dalam buka bersama sekaligus membuka kantor baru Nutrisi Water sebelum hari raya kemarin, bahwa ada kendala komunikasi dengan pengurus MWC di kecamatan. Karenanya kami meminta kepada para pemegang saham untuk membantu mengkomunikasikan apabila ada hal yang menyendat" ujar Manajemen Nutrisi.

Selain persoalan komunikasi, manajemen mengakui bahwa agen nutrisi memang diatur bahwa yang berhak menjadi agen adalah anggota Ansor. Hanya saja pihak manajemen membuka kepada siapa saja yang ingin menjadi sub agen dengan terlebih dahulu mendaftar kepada agen di masing masing kecamatan. 

"Agen memang dari anggota Ansor di masing masing kecamatan. Tetapi untuk sub agen bisa semuanya, asal dia itu warga NU" imbuh manajemen Nutrisi Water. 

Tantangan manajemen Nutrisi agar pemegang saham ikut serta membesarkan Nutrisi ditanggapi oleh Ketua PC Muslimat, Bu Nyai Istatik. PC. Muslimat telah membentuk agen di seluruh kecamatan. Dan telah membeli 900 box untuk dikirim ke masing masibg kecamatan. Selain itu PC. Muslimat telah menginstruksikan kepada seluruh anggota muslimat untuk satu keluarga memiliki satu box Nutrisi Water. 

"Kami telah menginstruksikan kepada anggota muslimat untuk satu keluarga wajib punya satu box nutrisi. Hanya saja dari turba kami, permintaan ibu ibu, produk nutrisi perlu dibuat aneka macam. Mungkin ada yang bentuk botol kecil kecil" tukas Bu Nyai Istatik.

Menanggapi permintaan PC. Muslimat tersebut, pihak manajemen siap menyanggupinya. Beberapa bulan ke depan manajemen telah mempersiapkan produk produk baru, termasuk galon Nutrisi. (Isno)

BERITA LAINNYA