Menjalin Kebersamaan, PCNU Kab. Mojokerto menggelar Buka Bersama

WISMA NU - Kebersamaan itu indah. Itulah kesan yang muncul dalam acara buka bersama pengurus PCNU, Lembaga, Banom dan MWC se-Kab. Mojokerto pada Jumat (22/05/19) di Gedung Aula PCNU.

Sebelum buka bersama, pengurus mengajak kepada seluruh jamaah untuk larut dalam pembacaan wirid rotibul hadad. Tepat pukul 17.05 WIB, KH. Mashul Ismail, Rais Syuriah PCNU Kab. Mojokerto memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, KH. Mashul Ismail menyatakan, bahwa pengurus PCNU terus berbenah, khususnya dalam pembenahan infrastruktur.

"Tahun depan kita, insya Allah, buka bersamanya tidak lagi di sini, tapi di Masjid NU. Insya Allah akan direncanakan pembangunan Masjid NU ini dengan biaya 1 milyar. Dan ini tidak memungut sama sekali biaya PCNU" terang KH. Mashul Ismail dihadapan para pengurus NU, Lembaga, Banom dan MWC.

Selain rencana pembangunan Masjid NU, menurut KH. Mashul Ismail, pengurus telah membenahi kantor NU.

"Alhamdulillah pengurus fokus menata kantor. Saat ini syuriah sudah punya kantor. Tanfidziah juga sudah. TU pun juga sudah punya kantor yang layak. Sehingga kantor benar benar berfungsi sebagai kantor" imbuh KH. Mashul Ismail. 

KH. Abdul Adzim, Ketua PCNU, menjelang Isya memberikan sambutan. Beliau menyatakan bahwa pengurus PCNU saat ini terus berbenah. Selain membenahi infrastruktur juga membangun kebersamaan. Salah satu cara membangun kebersamaan itu yakni dengan buka bersama. KH. Abdul Adzim menuturkan bahwa biaya buka bersama dan pemberian parcel, tidak mengambil dari kas NU. Tetapi sumbangsih dari bendahara yang mencarikan dana dari donatur. 

"Alhamdulillah, semua biaya parcel untuk pengurus, lembaga, banom dan mwc dibiayai oleh donatur. Tidak mengambil dari kas NU. Ini peran para bendahara yang hebat mencarikan dana" tutur KH. Abdul Adzim memuji para bendahara umum NU yang gesit mencarikan dana.

KH. Abdul Adzim dalam sambutannya juga mengingatkan kepada pengurus dan MWC untuk segera mengurus wakaf wakaf NU. Karena menurut KH. Adzim, bila NU tidak segera mengurus legal formalnya, dikhawatirkan akan diserobot oleh orang diluar NU.

"Monggo semua pengurus, MWC untuk segera mengurus wakaf wakaf disekitarnya. Segera kita legalkan agar kelak bila negeri ini berpindag idiologi, kepemilikan kita tidak diserobot oleh orang diluar NU" imbuh KH. Abdul Adzim.

Bada taraweh, KH. Husein Ilyas yang dijadwalkan memberi tausiyah hadir tepat waktu. Didepan para kiai, pengurus, lembag, banom dan MWC, KH. Husein Ilyas berpesan, 
"Menjalankan ibadah puasa ramadhan kali ini, kita patut bertanya, apa yang perlu kita lakukan dalam bulan puasa ini? Jawabnya adalah iman dan membersihkan hati" tutur KH. Husein Ilyas.

KH. Husein menambahkan, 

"Bagaimanakah cara membersihkan hati? Jauhi sifat riya, sombong dan hasut. Tetapi itu pun masih belum cukup. Yang lebih penting dari membersihkan hati adalah menghiasi hati. Bagaimanakah caranya menghiasi hati? Diisi dengan ilmu yang manfaat, ikhtiar yang tak kenal lelah, kesabaran, istiqomah dan memiliki kasih sayang kepada sesama" terang Mustahsyar NU tersebut. (Isno)

BERITA LAINNYA