Penutupan Pelatihan Metode Amstilati LTN NU Kab. Mojokerto

Mojokerto - Lembaga Ta'lif Wan Nasyr  Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Mojokerto, setelah mengadakan Pelatihan Metode Amtsilati selama tujuh belas hari yang dimulai sejak awal bulan Ramadhan lalu, pada selasa (22/05/19) menutup acara dengan menggelar Do'a Bersama di Wisma PCNU Kabupaten Mojokerto. 

Sekertaris PCNU Kabupaten Mojokerto, Hafidz Busyri, mewakili PCNU, menyampaikan, "Kami atas nama PCNU menyampaikan apresiasi kepada LTN NU yang sudah menyelenggarakan kegiatan pelatihan metode Amtsilati, karena pada mulanya tujuan LTN NU berdiri adalah bertugas merawat dan mensyiarkan paham Ahlussunnah Waljama'ah dari sisi keilmuan melalui kitab kuning," jelasnya saat memberi tausyiah. 

Ketua LTN NU Kabupaten Mojokerto, Isno, mengatakan, meski pada pelatihan ini belum cukup lengkap seperti pengajaran yang ada di Pondok Pesantren akan tetapi minimal pada pelatihan ini peserta pelatihan mengenal kaidal-kaidah dalam gramatikal Arab.

"Alhamdulillah peserta pelatihan militan militan. Selama tujuh hari mengikuti pelatihan, semua antusias dan hanya satu dua saja yang absen. Mereka antusias sebab pelatihan ini membawa peserta mengenal gramatikal arab secara lengkap. Meskipun tidak seperti di Pondok Pesantren." tutur ketua LTN itu.

Kegiatan yang diasuh oleh Gus Nasyir dari Pondok Pesantren Riyadhul Quran Brangkal ini telah disepakati panitia dan peserta bahwa akan ada kegiatan lanjutan setelah hari raya untuk menindak lanjuti metode yang telah diajarkan. Nantinya juga akan ada penambahan praktek pada kitab. kitab yang akan dipakai praktek yaitu Irsyadus syari karya Mbah Kyai Hasyim Asy'ari. Selain menjadi praktek baca kitab kuning, harapannya juga menjadi wawasan ideologis ke-NU-an. 

"Sudah Kita sepakati bahwa nanti setelah bulan Ramadhan para peserta akan melanjutkan pelatihan ini, rencananya akan dimulai setelah hari raya, dilaksanakan dua minggu sekali pada hari Sabtu  dan akan dibuka untuk umum. Ke depan, embrio peserta ini, bisa jadi kelak akan dijadikan anggota LTN yang khusus mengkaji kitab kitab ahlusunnah waljamaah. Kita sepakat bada hari raya, akan melanjutkan kajian kitabnya, bahkan mungkin kita akan menerjemahkan kitab kitab Aswaja" imbuh Isno.

 

BERITA LAINNYA