Berdoalah Dengan Hati Yakin Diijabahi

Alloh SWT berfirman dalam Al-qur’an surat Al-Mukmin ayat 60. "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” Ayat ini memberikan perintah kepada kita agar berdoa atau meminta pertolongan kepada Tuhan sekalian alam. Alloh juga berjanji akan memperkenankan atau menjawab doa dan permintaan yang disampaikan.

Dalam kultum yang disampaikan usai salat tarawih di musholla Baitul Makmur, Dusun Pesantren, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Agus Zainal Abidin, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto menyampaikan adab dalam berdoa, agar segera diijabahi atau mendapatkan jawaban dari Alloh.

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai,” terang Gus Zen, sapaan akrab pengasuh pesantren Hidayatul Mubtadi’in Makmur ini, menyampaikan arti hadits nabi yang diriwayatkan Tirmidzi dari Abu Hurairah.

Makanya, tambah Gus Zen, saat kita berdoa, diusahakan antara ucapan dan hati nyambung dan mantab bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Alloh SWT. Bahkan, agar lebih yakin dan sambung dengan hati, Gus Zen menyatakan dalam berdoa akan lebih memantabkan hati jika memakai bahasa sehari-hari.

“Kita orang Jawa. Kadang ketika kita berdoa dengan bahasa Arab, kita kesulitan menyelaraskan antara doa yang kita baca dan hati yang menyambung dari doa tersebut. Maka, kita bisa memakai bahasa Jawa saja.”

Salah satu pengasuh di pondok pesantren At-Taubah yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Mojokerto ini lantas menyampaikan sebuah kisah yang dialami Syaikh Nawawi Banten, saat pengaran kitab Kâsyifatus Sajâ syarah Safînatun Najâ tersebut sedang menuntut ilmu di Mekkah Al-Mukarromah.

Diceritakan saat itu di sekitar Jazirah Arab mengalami kekeringan, karena beberapa tahun tidak turun hujan. Akhirnya sejumlah ulama menggelar sholat istisqo’ untuk memohon hujan kepada Alloh SWT. Setelah beberapa kali menggelar sholat memohon hujan tersebut, ternyata Alloh belum juga menurunkan hujan.

Salah seorang ulama setempat akhirnya mengetahui, jika ada seorang santri asal Jawa yang belum diminta berdoa dalam sholat istisqo’ tersebut. Santri yang dimaksud adalah Syaikh Nawawi Al-Bantani. Setelah dicari beberapa saat, akhinya ulama nusantara ini berdoa di hadapan jamaah.

“Saat itu orang-orang Arab kaget. Karena, saat berdoa, Syaikh Nawawi menggunakan bahasa Jawa. Bahasa yang asing di tanah Arab,” sambung Gus Zen.

Setelah Syaikh Nawawi menyelesaikan doanya, tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Warga pun bersuka-cita menyambut hujan rahmat yang berasal dari Alloh SWT. Akan tetapi, beberapa ulama akhirnya mendekati Syaikh Nawawi, karena penasaran, doa apa yang dibaca santri tersebut, karena tidak dipahami oleh mayoritas penduduk dan ulama yang ada di tanah suci.

“Saya berdoa memakai bahasa Jawa. Karena saya orang Jawa. Dengan memakai bahasa Jawa, saya bisa lebih meresapi dan menggerakkan hati saya untuk memohon kepada Alloh,” jawab Syaikh Nawawi kepada para ulama sebagaimana disampaikan Gus Zen dalam kultum.

BERITA LAINNYA