Untuk Melihat Hilal, Tim Falakiyah NU Kab. Mojokerto ke Condrodipo Gresik

Mojokerto - Untuk menentukan awal puasa ramadhan, PWNU Jawa timur menyebarkan tim Falakiyah di 24 titik. Tim Falakiyah NU Kab. Mojokerto sendiri pada minggu (5/5/19) mengirim  peserta rukyatul hilal sekitar 35 orang ke Condrodipo Gresik. Mengenai pilihannya ke Condrodipo Gresik, Ustad Syamsul Maarif, Ketua Falakiyah NU Kab. Mojokerto, memberi keterangan bahwa selain tempatnya lebih dekat dengan Mojokerto juga tempat tersebut memiliki potensi terlihat hilal lebih besar.

"Condrodipo selama ini selalu menjadi rujukan tim Falakiyah. Karena dari beberapa rukyatul hilal, tempat ini seringkali terlihat hilal" turur Ustad Syamsul Maarif.

Seperti analisa dari Ustad Syamsul Maarif, tepat pukul 17.24, tiga orang yakni Ustad Inwanuddin, Ustad Azhar Shofwan, dan Ustad Sholahuddin Kamil melihat hilal di Condrodipo. Klaimnya tiga orang tersebut segera disidangkan. Berdasarkan sidang dari Kementerian Agama Gresik tersebut maka klaimnya diterima dan kemudian hasilnya dikirim ke pusat untuk menjadi bahan pertimbangan menentukan awal bulan ramadhan.

Berdasarkan keterangan dari Ustad Syamsul.Maarif, dari 24 titik yang disebar untuk rukyatul hilal, selain Condrodipo, titik titik lainnya pun terlihat. Seperti di Tanjung Kodok, bukit dewan Bojonegoro, Jember dan juga Bangkalan. 

Keberhasilan tim Falakiyah melihat hilal di Condrodipo Gresik tersebut, menurut ketua Falakiyah Mojokerto dan juga Wakil Ketua Falakiyah Jawa Timur, selain dikarenakan tempatnya representatif juga didukung oleh persiapan yang matang dari tim Falakiyah sendiri.

"Tim Falakiyah disana memiliki persiapan matang. Selain mengecek alat alatnya, juga didukung dengan persiapan psikis dengan doa bersama" tutur Ustad Syamsul Maarif.

Mengenai alat alatnya, semakin canggih alatnya, maka keakuratannya akan terjamin. Hanya saja tetap faktor manusianya sangat penting dalam menentukan keakuratan melihat hilal. Menurutnya, keistiqomahan dalam berlatih akan menjadikan seseorang memahami berbagai hal dari karakter terlihatnya hilal. 

Selain itu, persiapan fisik dan psikis juga menjadi penentu.

"Seperti disalah satu tim Falakiyah disana ada yang menyiapkan dengan minum jus satu hari dua hari dan dilakukan selama satu minggu. Dan bila sudah sampai di lokasi mereka banyak diam, agar mampu menjaga konsentrasinya" terang Ketua Falakiyah tiga periode tersebut.

BERITA LAINNYA