Memperingati Harlah ke 69, Fatayat NU Mojokerto mengadakan lomba Tumpeng.

Wisma NU - Bertempat di Aula NU, anggota Fatayat se-Kab. Mojokerto pada senin (3/5/19) menyelenggarakan tasyakuran Harlah Fatayat ke 69. Tasyakuran Harlah Fatayat ke 69 ini diperingati dengan khatmil Qur'an di tiga majelis, doa bersama dan lomba tumpeng antar PAC.

Menurut Sulami S.Pd.I, Ketua Fatayat, bahwa puncak peringatan harlah Fatayat diperingati dengan menyajikan tumpeng sejumlah 69. Masing masing PAC mengeluarkan tumpeng. Satu tumpeng kreatif diserahkan untuk dilombakan.  

"Masing masing PAC yang mengeluarkan tumpeng terbaiknya akan dinilai oleh dewan juri. Yang terbaik akan dipilih. Juara pertama akan memperoleh hadiah sebesar Rp. 500.000, sedangkan juara kedua memperoleh hadiah senilai Rp. 300.000, dan hadiah untuk juara ketiga akan memperoleh uang senilai Rp. 200.000. Untuk juara harapan satu, dua dan tiga, akan memperoleh masing masing seratus ribu. Hadiah segitu jangan dilihat besar kecilnya, tapi nilai penghargaannya itulah yang penting. Sebab di Fatayat bukan untuk mencari uang, tetapi merupakan lembaga sosial." terang Sulami S.Pd.I

Alumnus Universitas Majapahit itu mengingatkan kepada anggota Fatayat, bahwa Fatayat adalah bendera bersama. Karenanya harus dijaga bersama. Meskipun berbeda partai, tidak lantas menjadikan perpecahan di dalam organisasi yang menaungi para perempuan muda Nahdliyin itu. Sulami mengajak semua anggota Fatayat bersatu padu mengabdikan diri untuk NU.

KH. Abdul adzim, Ketua PCNU Kab. Mojokerto, dalam sambutannya menyatakan, bahwa umur Fatayat sudah mencapai 69 tahun. Itu artinya umurnya sudah tua. Namun demikian, walaupun berumur tua, harus tambah semakin hebat. 

"Semoga dengan umur 69 semakin dewasa, martabat, maju dan mandiri" doa KH. Abdul Adzim kepada seluruh anggota Fatayat yang memenuhi aula NU.

KH. Abdul Adzim mengingatkan, bahwa Fatayat akan menjadi kuat, apabila anggota Fatayat memiliki idiologi yang kuat. 

"Fatayat yang datang hanya karena amplop maka itu fatayat yang mbelgedhes. Apabila berfatayat memiliki idiologi kuat, walaupun melakukan sesuatu berdasarkan urunan, maka ia mau dan bersedia melakukan sesuatu untuk organisasinya" tutur Ketua PCNU Kab. Mojokerto itu.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan pengumuman pemenang tumpeng. (ISNO)

BERITA LAINNYA