BIMTEK SANTRI TANI MILINEAL

Mojosari- Hari terakhir pelaksanaan Bimbingan Teknis Kelompok Santri Tani Milineal gelombang kedua kerjasama RMI NU kab. Mojokerto dan Kementerian Pertanian pada minggu (28/04) ditutup dengan sederhana. Bertempat di aula Pondok Mambaul Ulum Awang Awang Mojosari, sekitar 100 peserta bimtek dari berbagai pesantren mengikuti pesan pesan terakhir, baik dari RMI maupun dari Kementerian Pertanian.

Ketua RMI, KH. Wahyudi berpesan dihadapan peserta bimtek,  

"Para santri diharapkan setelah ini bisa mandiri beternak ayam. Bantuan yang diberikan harus bisa dimanfaatkan sebagai rintisan ekonomi pesantren. Santri di pelatihan ini harus berhasil beternaknya. Kalau tidak, jangan sampai mempermalukan kiainya" tutur pengasuh PP. Baitussurur tersebut.

Senada dengan pesan KH. Wahyudi, Gus Syauqi, pengurus RMI sekaligus pula pengasuh Pondok Al Azhar berpesan kepada para peserta untuk serius mengelola ternak Ayam Joper,

"Saya ini pelaku ternak ayam joper. Lima hari lalu panen 500 ekor. Saat ini sedang bagus bagusnya harga. Karenanya beternak ayam ini menguntungkan. Apalagi bisa diprogram panen menjelang hari raya, maka keuntungan akan bisa diperoleh besar" tuturnya.

Gus Syauqi juga menambahkan bila seluruh peserta bisa beternak ayam joper semua, maka ke depan Mojokerto akan bisa menjadi pilot projek Ayam Joper terbesar se-Jawa Timur. 

"Kalau dihitung bantuan 500 ekor dikali jumlah seluruh kelompok. Kira kira kabupaten dan kota ada 44 kelompok, maka bila semua bibit itu hidup semua, pasti Mojokerto akan menghasilkan ayam Joper yang berlimpah. Dan bisa mensuplai kebutuhan ayam joper yang banyak. Karenanya sangat memungkinkan Mojokerto akan menjadi pilot projek ayam joper di Jawa Timur" imbuhnya.

Mensikapi besarnya jumlah peserta BIMTEK pada KTSM di Mojokerto, NUR AISYAH, Kasi Pakan dan Agribisnis Kementerian Pertanian menyatakan,

"Mojokerto bisa menjadi pilot projek untuk budi daya ayam joper. Apabila seluruh santri peserta Bimtek bisa menerapkan ilmu yang didapatkan. Apalagi ditularkan ke tetangga tangganya atau orang lain" terang Nur Aisyah.

Ilmu yang diperoleh selama Bimtek, memang memudahkan peserta untuk memahami cara berternak yang baik dan benar. Hal ini terungkap dari pengakuan salah satu peserta Bimtek,

"Saya mendapatkan ilmu yang banyak. Pelatihannya banyak materi tentang beternak ayam. Materinya ndak berbelit belit. Ndak membosankan. Dan saya bisa faham. Dan insya Allah, beserta teman teman satu kelompok siap untuk mempraktekkan membuat kandang dan beternak ayam joper" tukas Sofi sava kamal, santriwati Pondok Masyitoh Ngoro. (Isno)

 
 
BERITA LAINNYA