Mencetak santri Entrepreneur, RMI Kab. Mojokerto mengadakan BIMTEK Peningkatan Kompetensi KSTM

BANJARAGUNG - Gebrakan pertama pasca MUSKER, RMI Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan Kementerian Pertanian mengadakan BIMTEK Peningkatan Kompetensi Kelompok Santri Tani Milineal pada sabtu-minggu, 20-21 April 2019, di Pondok Pesantren Baitusurur, Banjaragung. 

Bimtek diikuti oleh 40 KSTM dengan jumlah peserta 200 santri dari berbagai pesantren di Mojokerto. Gelombang pertama dilaksanakan tanggal 20-21 April 2019. Sedang gelombang dua dilaksanakan tanggal 27-28 April 2019. Untuk gelombang pertama peserta ditempatkan di pesantren Baitusurur dan Pondok Al Ikhsan Brangkal. Di Pondok Baitusurur sendiri dibagi menjadi dua majelis. Di Pondok baitusurur sendiri, dan MI Baitusurur. 

"Alhamdulillah RMI saat ini bisa diterima di pesantren pesantren. Lebih lebih ketika kita berbicara ke pesantren, yang kita bicarakan program pemberdayaan pesantren. Seperti BIMTEK saat ini. Pesantren sangat antusias. Bahkan mengirim santri santrinya ikut bimtek ini" tutur Ustad Wahyudi.

Ketua RMI itu juga menjelaskan tentang pesantren pesantren yang bisa diajak kerjasama.

"Memang ada pesantren yang belum bisa menerima kehadiran RMI, ada juga yang sangat senang dengan kehadiran RMI. Pesantren yang bisa diajak kerjasama akan kita petakan untuk kita buatkan program selanjutnya. Misalnya untuk bimtek ini, kita tidak melibatkan seluruh pesantren, tetapi pesantren pesantren terutama yang punya kandang ayam atau yang punya prospek untuk pemberdayaan ke peternakan, kita libatkan" imbuh pengasuh Pondok Baitusurur itu. 

Tanggapan dari peserta sendiri tentang adanya BIMTEK KSTM ini pun beragam. Ada yang menyambut dengan suka cita, namun ada juga yang merasa kesulitan menerima penjelasan dari para narasumber. Seorang santri asal Pesantren Mojogeneng, yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan, 

"Pelajarannya di hari pertama memang macam macam, Mas. Cuma saya bingung. Soalnya memakai bahasa Indonesia" tutur santri tersebut dengan menggunakan bahasa jawa, lugu.

Tetapi menurut Ainurahmi MP, narasumber sekaligus tim penanggungjawab bimtek, menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek selain klasikal juga akan diberlangsungkan dengan praktek. Menurutnya panitia telah mempersiapkan bahan bahan untuk praktek beternak ayam yang benar. 

"Materi yang diberikan selain klasikal juga ada prakteknya. Kita sudah mempersiapkan bahan bahannya untuk praktek beternak ayam. Kita menyadari, tidak bisa segera dalam waktu singkat peserta langsung faham dan bisa 100 persen. Karenanya kita ada RTK. Di RTL inilah nanti kita akan berlangsungkan pendampingan pendampingan sehingga santri bisa benar benar mandiri dan bisa menjadi entrepreneur dibidang pertanian peternakan" tutur Ainurahmi. (Isno)

BERITA LAINNYA