Regenerasi Petani, Kementerian Pertanian membentuk Kelompok Santri Tani Milinieal

Pertanian merupakan bidang yang perlu digarap secara serius. Karena ia menjadi modal ketahanan pangan di masa yang akan datang. Pertanian saat ini mengalami daya surutnya. Menjadi petani terasa tidak sementereng mereka yang berada di kantor dengan pakaian berdasi. Karenanya Kementerian Pertanian melalui UPT UPT-nya menggarap secara serius untuk menumbuhbibitkan regenerasi Petani-Petani, tidak sekadar pekerja tetapi juga entrepreneur dibidang pertanian.

Berikut wawancara tim NU Media Online, menemui Ibu Ainurahmi M.P, sebagai Tim penanggungjawab BIMTEK sekaligus sebagai Narasumber BIMTEK Peningkatan Kompetensi Kelompok Santri Tani Milinieal yang dilaksanakan di Pondok Baitusurur Banjaragung bekerjasama dengan RMI Kabupaten Mojokerto, selama dua hari, tanggal 20-21 April 2019.

Apa tujuan diadakan BIMTEK Peningkatan Kompetensi Kelompok Santri Tani Milinieal ini bu?

Kita memerlukan regenerasi para petani. Saat ini pertanian di negeri ini sedang menurun. Lahan pertanian semakin lama juga semakin menyempit. Dan minat ke petani pun juga tidak banyak. 

Tapi kenapa harus santri?

Saya kira santri adalah sasaran yang tepat. Mereka nanti selain mengaji juga diberi bekal menjadi entrepreneur bidang pertanian. Jadi harapannya sih mereka bisa punya banyak bekal. Dan pikirannya pun berkembang. 

Dari pelatihan ini, kira kira mereka dapat apa bu?

Mereka selain mendapat ilmu tentunya juga akan mendapat bantuan berupa bahan untuk pembuatan kandang ayam, mendapat 500 ekor ayam untuk masing masing kelompok. Dan satu ton untuk pakan. Selain itu juga obat obatan. 

Materinya tentang apa saja bu? 

Ada pengelolaan pakan ayam, penanganan limbah, manajemen pemeliharaan, kesehatan ayam, penanganan panen. Mereka selain diberi materi klasikal, juga ada prakteknya. Kami pun sudah membawa bahan bahan untuk dipraktekkan.

Kira kira anak anak santri nyambung tidak dengan materi materi itu? Kan mereka biasanya belajarnya kitab kuning?

Alhamdulillah kami dibantu RMI untuk memberi semangat mereka belajar ini. Dan alhamdulillah para santri antusias belajarnya. Banyak pertanyaan dari mereka. Tapi ya begitu, ada saja keusilan mereka. Saat kami memperkenalkan varietas ayam seperti joper, dikira mereka joper itu joko perawan. Padahal itu maksudnya ayam jowo super..

Tindak lanjut dari acara ini seperti apa bu?

Kita akan melakukan pendampingan, sampai kelompok ini berhasil memelihara ayam ini. Nanti pendampingan akan melibatkan mahasiswa mahasiswa kami juga. (Isno)

BERITA LAINNYA