Menumbuhkan semangat berzakat, BAZNAS Kab. Mojokerto terus berbenah

Mojokerto - Mengeluarkan zakat merupakan kewajiban umat Islam. Sebagian dari kekayaan umat, harus dikeluarkan untuk diberikan kepada orang yang berhak menerima sebagaimana ditentukan oleh nash. Orang atau lembaga yang ditunjuk negara untuk menerima dan mendistribusikan zakat disebut amil. Amil inilah dalam konteks ke-Indonesiaan, dinamakan BAZNAS. 

BAZNAS adalah lembaga yang resmi ditunjuk oleh negara untuk mengelola zakat. Ia berdiri baik pusat, propinsi maupun daerah. Namun tidak setiap daerah efektif menjalankan lembaga pengelola zakat itu. Ada yang bergerak cepat dengan dukungan pemerintah daerah. Ada pula yang vakum.

Adalah BAZNAS Kab. Mojokerto yang keberadaannya belum menunjukkan hasil yang maksimal. Namun ditangan pengurus yang baru, berbagai upaya terus dimaksimalkan. 

"Saat ini, pengurus BAZNAS Kab. Mojokerto telah dibentuk, yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat. Dan pengurus ini kemudian menunjuk pelaksana harian. Dan untuk sementara ini, pelaksana harian masih ada tiga orang yang wajib ngantor disini" tutur Hafidz Busyiri, ketua pelaksana Harian BAZNAS Kab. Mojokerto.

Pelaksana harian diperlukan untuk mempercepat terlaksananya program-program yang telah dirancang. Adapun program baru dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto, menurut Hafidz Busyiri, adalah memetakan Muzaki dan Mustahik yang ada di Mojokerto saat ini. 

"Mengenai program, kami masih melakukan pemetaan untuk para muzaki dan mustahik di Kabupaten. Kami juga akan bekerjasama dengan UPZ-UPZ yang telah ada sebelumnya, dan hingga sekarang masih eksis" imbuhnya.

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah ada, beberapa diantaranya, laporan zakatnya dilaporkan ke Jawa Timur. Meskipun distribusinya tetap di Mojokerto. Dengan beroperasionalnya BAZNAS Kab. Mojokerto, maka UPZ-UPZ itu nanti akan melaporkan hasil pengumpulan zakatnya ke BAZNAS Kab. Mojokerto 

"Dengan luasnya wilayah Mojokerto, maka kami tidak mungkin menangani semuanya. Karenanya kami memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak. Saat ini untuk memaksimalkan perolehan zakat, maka kami akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke berbagai instansi" ujar laki-laki mantan ketua IPNU itu.

Menurut Hafidz, sosialisasi diperlukan untuk suatu pemahaman akan pentingnya mengeluarkan zakat dari semua elemen. Saat ini, menurutnya, banyak diantara instansi masih berhenti di infak saja. 

Selain pemahaman, tentu diperlukan dukungan yang kuat dari pemerintah. Hafidz mengakui, bahwa dukungan pemerintah saat ini tentang BAZNAS sangat bagus,

"Alhamdulillah dari pemda mendukung, dan ke depan kami akan menata BAZNAS Kab. Mojokerto menjadi lebih profesional. Tentu juga diiringi dengan transparansi. Kami siap melaporkan di media yang kami buat" terang Ketua Pelaksana Harian BAZNAS itu dengan penuh keyakinan. (Isno)

 

BERITA LAINNYA