Haflah Akhirusanah di Pondok Pesantren Darut Taqwa Ngembeh

Ngembeh-Ada pemandangan yang berbeda ketika memasuki Jalan Raya desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu. Bus-bus saling berjajar di pinggir jalan. Para pedagang memenuhi jalan kecil menuju pesantren. Pada hari selasa (9/4) Pondok Darut Taqwa mengadakan Haflah Akhirusanah yang ke XXI. Semarak acara terlihat dari berbagai lalu lalang orang orang yang berduyun duyun menuju ke Pesantren.  

Haflah akhirusanah dimulai saat sholat asyar tiba. Jamaah yang sebelumnya mengikuti dzikir thoriqoh setiap selasa wage, bergabung dengan jamaah lain yang turut meramaikan haflah. Ba'da Asyar, para santri tampil diatas panggung dengan menampilkan hafalan nadzom nadzom alfiahnya. Orang tua santri yang melihat hafalan anak-anaknya nampak merasakan rasa haru.  Suasana semakin khidmat, saat para santri yang duduk dibangku SMP maupun SMK lingkungan Pondok diwisuda satu persatu oleh pengasuh Pondok Darut Taqwa, KH. Mansur Bahrudin.

Menjelang maghrib para jamaah dari berbagai penjuru semakin memadati area. Halaman pondok pun penuh. Meskipun demikian panitia tanggap menempatkan para jamaah. Panitia telah menyediakan tikar tikar untuk menampung seluruh jamaah. Sehingga tidak ada jamaah yang sholat di tanah. Sholat maghrib pun berjalan dengan khusu'. Pun saat wirid-wirid yang dibacakan, jamaah terlihat khidmat membaca wirid wirid itu. Pembacaan wirid-wirid selesai sampai menjelang waktu isya. Ba'da isya, jamaah pun diajak membacakan wirid-wirid kembali hingga selesai.

Acara demi acara pun silih berganti. Hingga sampai pada sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh salah satu wali santri. Kebetulan ia adalah santri pertama KH. Mansur Bahrudin.

"Saya ini santri pertama. Banyak kenangan saya disini. Dulu sengsara. Sepi. Banyak hantunya. Tetapi sekarang sudah enak. Lampunya terang. Karenanya saya hanya bisa berpesan, bahwa pondok ini pondok yang banyak barokahnya. Saya meminta kepada para santri untuk serius ngajinya. Insya Allah barokah" tutur H. Muhammad Yahya mengenang pesantrennya dulu.

Pada puncak Haflah Akhirusanah ini, KH. Sholeh Bahrudin, kakak dari pengasuh Pondok Pesantren Darut Taqwa, KH. Mansur Bahrudin, menyoroti fenomena sosial yang berkembang saat ini. Beliau menuturkan bahwa jamaah untuk tetap berada dalam barisan kiai-kiai NU. Kiai NU dalam urusan negara telah memiliki ijtihad yang tepat. Kiai NU mengacu kepada piagam Madinah dalam mendirikan negara Indonesia ini. Apabila pihak-pihak tertentu yang ingin merongrong negeri ini, maka sesungguhnya orang ini tidak faham sejarah, dan tidak usah diikuti. (Isno)    

BERITA LAINNYA