Menguatkan Penjualan, Tim Marketing Nutrisi Mengajak Pemegang Saham untuk Ikut Berkiprah

Mojokerto - Salah satu program prioritas dari pengurus PCNU Kab. Mojokerto adalah melakukan gerakan ekonomi mandiri. Untuk melakukan gerakan itu, berbagai program dijalankan. Namun yang mulai bergeliat adalah gerakan dari GP Ansor yang membranding Air Minuman Kemasan Nutrisi. 

"Kita mengapresiasi ide briliant dari GP. Ansor untuk  membranding produk minuman Nutrisi. Walaupun masih branding. Kelak harus bisa memiliki perusahaan sendiri" tutur KH. Abdul Adzim Alawy dalam sambutannya di rapat pemegang saham, senin (7/4) di "Ndalem" beliau, Desa Jetak Balongmojo Puri Mojokerto.

Menurut KH. Abdul Adzim, perkembangan Nutrisi sudah sangat menggembirakan. Karenanya beliau berharap agar seluruh elemen yang ada di NU mendukung dan ikut menyebarluaskan tentang keberadaan Nutrisi.

"Saya ini kemana mana bawa minuman nutrisi. Diundang ceramah juga membawa nutrisi. Kita harus berani memperjuangkan Nutrisi door to door ke masyarakat. Sebab ini produk kita" imbuh Ketua PCNU Kab. Mojokerto itu sambil memperlihatkan minuman bermerk Nutrisi.

Sementara itu tim marketing Nutrisi merasa senang dengan dukungan dari PCNU. Ia melaporkan bahwa hingga pembelian saham ditanda tangani lembaga lembaga NU, penjualan Nutrisi telah terjual mendekati 8000 karton. Dari penjualan ini, pihak manajemen nutrisi memperoleh keuntungan 23 juta. 

"Bayangkan bapak ibu semua, ini masih beberapa waktu yang lalu saja, penjualannya sudah terjual hampir 8000 kartun. Dengan keuntungan 23 juta. Andaikata semua lini bergerak, maka dapat dibayangkan keuntungan yang akan diperoleh" tutur Anas, tim manajemen Nutrisi tersebut.

Managemen Nutrisi melaporkan dari analisa penjualannya, beberapa agen yang berhasil dengan angka penjualan tertinggi itu dikarenakan antara agen dan MWC memiliki pola komunikasi yang baik. Sehingga setiap kegiatan NU, selalu menggunakan nutrisi sebagai jamuan untuk minumannya.

Pihak manajemen mencontohkan pola komunikasi yang baik antara MWC dan agen Nutrisi, seperti di MWC Jatirejo. Mereka membuat kebijakan setiap ada kematian, MWC Jatirejo menyumbangkan beberapa dos Nutrisi kepada shohibul musibah. Uang hasil sumbangan itu diambilkan dari koin kaleng yang diputar. 

"Apabila diperbolehkan merangking, maka penjualan terbaik itu diperoleh oleh Jatirejo. Karena kebijakan menyumbangkan nutrisi kepada shohibul musibah kematian itu mempengaruhi penjualan nutrisi sangat cepat" tutur Anas memaparkan dihadapan ketua lembaga dan banom selaku pemegang saham.

Meskipun penjualan nutrisi melaju dengan cepat, berdasarkan laporan dari pihak manajemen, Nutrisi masih minus. Hal ini disebabkan karena pengeluaran untuk marketing dan pelatihan agen agen serta pengeluaran lainnya yang masih sangat besar. 

Meskipun demikian, pihak manajemen Nutrisi optimis bulan depan akan mampu memberi SHU lebih kepada pemegang saham. Hal ini disebabkan manajemen telah ancang ancang untuk membuat produk produk baru serta ekspansi penjualan ke luar daerah. 
"Kami berharap bapak ibu semua ikut membantu. Dan memberikan ide ide yang terbaik untuk berkembangnya Nutrisi ini" ucap Gus Ali, Ketua GP. Ansor sekaligus komisaris Nutrisi. (Isno)

BERITA LAINNYA