Membentengi Faham Radikalisme, RMI Kota Mojokerto Menyelenggarakan Ngaji Sosmed

MOJOKERTO - Media sosial sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para pemuda. Banyak pengetahuan diperoleh untuk diambil manfaatnya. Akan tetapi tidak semua memiliki pengaruh positif. Trend perkembangan arus media informasi saat ini, cenderung mengarah ke hal hal negatif, seperti, maraknya penyebaran berita hoax atau berita bohong, narasi yang beraroma radikalisme, intoleran, dan terorisme.

Untuk membentengi para pemuda Nahdliyyin dalam arus media sosial terhadap paham radikalisme, intoleransi dan terorisme, Pengurus Cabang Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama Kota Mojokerto menggelar Ngaji Sosmed dengan tema  "Memperkuat Aswaja dalam Media Sosial." Acara diselenggarakan di Aula PCNU Kota Mojokerto, pada hari Minggu (07/04) pukul 08.00 wib.

Sekitar 70 peserta yang terdiri dari perwakilan santri dari setiap pondok pesantren kota Mojokerto dan pemuda Nahdliyyin dari Banom dan lembaga NU tampak menghadiri acara tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolres Kota Mojokerto, AKBP Sigit Dany Setiyono, Wakapolres, Kompol Hadi Priyono, dan PCNU yang diwakili oleh KH. Mahmud Tantowi.

Kapolres Kota Mojokerto, AKBP Sigit Dany S, mengapresiasi atas terselenggaranaya kegiatan ini. Sebab kata Kapolres yang baru menjabat beberapa bulan di Kota Mojokerto ini, baru kali pertama mengikuti kegiatan Ngaji Sosmed seperti ini.

"Saya senang dengan kegiatan seperti ini. Saya baru pertama kali mengikuti ngaji sosmed seperti ini. Mudah mudahan dengan Ngaji Sosmed ini, generasi muda saat ini, khususnya pemuda NU, bisa memperkuat dan menambah wawasan Aswaja demi menjaga nama baik NU." Ungkap Kapolres Kota Mojokerto.

Dalam kesempatan itu pula, AKBP Sigit Dany S menyampaikan pesannya, "Saat ini kita menghadapi situasi bahaya dan rentan terhadap paham radikalisme, intolerensi, dan terorisme. Maka, saya berpesan agar lebih bijak dalam membagikan konten, apabila datang kepadamu berita baru,  bertabayyunlah dahulu sebelum menyebarluaskan berita tersebut.", ujarnya.

Sementara itu, KH. Mahmud Tantowi, yang dalam hal ini mewakili Ketua PCNU Kota Mojokerto yang berhalangan hadir, menyampaikan sambutannya, "Jangan banyak bicara jika tidak perlu, lebih baik kalian diam jika tidak tahu, kalau menyebar berita berita di media sosial, beritakan hal-hal yang bersifat positif saja" tandasnya.

Dalam kegiatan ini, mereka menghadirkan dua Narasumber yang sangat hebat dan juga ahli dibidangnya yaitu Founder akun Instagram @cahpondok, Pak Ulinnuha lazulfa dari Ponorogo dan Admin @galeri­_maha dan Santri Ma'had Aly Hasyim Asy’ari Fitrianti Mariam dari Mojokerto. (Luthfi)

BERITA LAINNYA