Tausiah KH. Abdul Adzim Alwy Tentang Meneguhkan Kembali Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah

MOJOKERTO - Kegiatan Lailatul ijtima yang di selenggarakan oleh MWC NU Puri Kabupaten Mojokerto pada hari sabtu (06/04) terasa berbeda. Pasalnya kegiatan tersebut ditempatkan di Masjid Nurul Falah, Masjid yang yang berada dalam lingkungan "Ndalem" KH. Abdul Adzim Alwy, ketua PCNU Kab. Mojokerto, di Dusun Jetak Desa Balongmojo Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.

Tampak warga Nahdliyin mulai dari pengurus dan anggota dari GP. ANSOR, IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat memadati area tempat Lailatul Ijtima yang diselenggarakan. Selain itu tampak pula hadir  Kapolsek Kab. Mojokerto, Camat Puri dan jajaran tokoh pemerintah lainnya mengikuti acara demi acara yang telah dijadwalkan.

Dalam mauidoh hasanahnya, KH. Abdul Adzim Alawi menjelaskan tentang prediksi pecahnya umat Islam menjadi 73 golongan, "Nabi Muhammad saw mengatakan kepada sahabatnya, nanti umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu yaitu saya dan orang-orang yang mengikutiku dan para penerusku, ahlussunnah wal jamaah. " terang KH. Abdul Adzim Alwy kepada jamaah yang hadir.

KH. Abdul Adzim selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Mojokerto mengajak kepada seluruh warga NU yang hadir untuk berpegang teguh kepada manhaj ahlussunnah wal jamaah. Sebab, kata Ketua PCNU itu, manhaj ahlussunnah wal jamaah-lah satu satunya manhaj yang akan selamat di akhirat kelak.

Karena manhaj ahlussunnah wal jamaah yang selamat, maka tugas orang-orang yang ada didalamnya adalah mengajak orang orang yang belum masuk di NU untuk masuk agar selamat. Menurut Kyai yang berasal dari Dusun Jetak Desa Balongmojo tersebut, kita harus menjaga diri kita agar tidak sampai keluar dari manhaj ahlussunnah wal jamaah.

"Kita selaku warga NU, harus rukun kepada siapa saja dan mengajak putra putrinya atau orang terdekat untuk mengikuti NU yang sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jamaah, karena di zaman seperti ini banyak sekali aliran-aliran yang mengaku ahlussunnah wal jamaah tetapi itu hanya kedok saja. Dan semoga kita, anak turun kita, kerabat kita, tetangga kita dan negara indonesia diselamatkan oleh Allah SWT." Pungkas KH. Abdul Adzim Alawi mengakhiri tausiahnya. (Toha)

BERITA LAINNYA