Tausiah KH. Ali Masyhuri Tentang Strategi Meraih Kesuksesan

Mojokerto - Pada puncak Harlah NU ke 96 yang diperingati oleh PCNU Kab. Mojokerto dengan diselenggarakannya istighosah dan munajat bersama, hadir berbagai tokoh baik tingkat Mojokerto hingga tingkat Nasional. 

Para Kiai pun tampak hadir diatas panggung. Mereka mengikuti acara demi acara yang disuguhkan oleh panitia. Hingga pada puncaknya, tausiah agama oleh KH. Ali Masyhuri atau yang lebih dikenal dengan Gus Ali. Beliau memberikan tausiah dengan membuka kalimat mutiaranya, "Usahakan istiqomahlah dalam berjuang, sebab hidup ini pergulatan antara kebenaran dan kebatilan. Bila engkau tidak menyibukkan diri dalam kebaikan niscaya engkau akan sibuk dalam kebatilan"

Gus Ali kemudian mengurai kata mutiara itu dengan penyampaian yang mudah dicerna. Beliau kemudian menjelaskan bahwa orang yang tidak istiqomah seperti orang yang pemalas. 

"Hidup ini memang sulit. Hanya orang malaslah yang ingin mengharap kesuksesan tanpa bekerja. Mengharap gaji tanpa kerja" terang Kiai pengasuh bumi sholawat itu.

"Untuk bisa mencapai kesuksesan maka belajarlah untuk berfikir positif. Sebab berfikir positif itu merupakan kekuatan dasar bahkan separuh langkah menuju kesuksesan" imbuhnya.

Lebih jauh Gus Ali menambahkan,

"Untuk bisa berfikir positif maka kuncinya satu hal" Gus Ali sambil menunjuk dengan telunjuk jarinya yang kemudian disambut tertawa para hadirin. 

"Buanglah kebencian dalam hatimu. Sebagaimana pesan nabi, "Janganlah saling membenci, jangan saling mendengki, Janganlah saling menghindar, jadilah kalian semua sebagai hamba Allah yang saling bersaudara. Dan tidaklah halal bagi sesama muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari" (mutafaq alaih)"

Gus Ali kemudian mengkontekkan hadis tersebut dengan fenomena kekinian. Banyak diantara masyarakat yang berbeda pilihan presiden akhirnya menjadi musuh. Persaudaraan menjadi hilang. Dan permusuhan pun digenderangkan satu kubu dengan kubu lain. Maka Gus Ali menasehati, 

"Beda jangan dianggap lawan. Boleh beda pilihan tetapi jangan sampai putus persaudaraan" tuturnya.

Gus Ali kemudian mengutip hadis tentang pentingnya menjaga silaturahmi, 

"Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinnya dan dipanjangkan umurnya, maka gemarlah silaturahmi (mutafaq alaih)"

Untuk bisa menjaga silaturahmi maka Gus Ali memberikan solusi, "lihatlah orang lain dengan kaca mata kebaikan, jangan melihat orang lain dengan kaca mata keburukan"

"Indonesia pada tahun 2045 akan menjadi pusat peradaban dunia. Tetapi syaratnya satu, yakni umat Islam jangan mau diadu domba" 

Diakhir tausiahnya, Gus Ali kemudian berdoa sebagaimana doa yang pernah diijazahkan oleh ayah beliau. Gus Ali menjelaskan fadilah yang akan dibacanya, bila dibaca maka Allah akan mengabulkan hajatnya. Maka Gus Ali mengajak semua hadirin untuk mengamini dengan hati yang khusu' agar seluruh hadirin dikabulkan hajat hajatnya. (Isno)

BERITA LAINNYA