Pesan Muhaimin Iskandar Pada Harlah NU ke 96 di PCNU Kab. Mojokerto

Mojokerto - Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar, menghadiri Puncak Harlah Nahdlatul Ulama Ke -96 di lapangan Wisma NU yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Mojokerto, (31/03). Acara ini dihadiri oleh warga nahdliyin yang memadati halaman PCNU.

Dalam kesempatan ini, orang yang akrab disapa Cak Imin menyampaikan rasa syukur bisa berkesempatan hadir dalam acara Harlah NU 96 di Kabupaten Mojokerto. Selain itu ia menyatakan agar warga Nahdliyin merasa bangga dengan status ke-NU-annya. Sebab NU saat ini diperhitungkan dan dianggap sangat penting. Sebab tugas NU tidak hanya sekadar berbicara peribadatan tetapi juga memiliki tugas untuk mengawal dan memperjuangkan bangsa. 

"Alhamdulillah, saya bersyukur bisa hadir pada pagi hari ini. Saya mengingatkan kembali bahwa NU mempunyai andil dan peran penting dalam mengawal bangsa...", tutur Cak Imin.

"Kata Gus Dur dulu, setelah reformasi, NU diperhitungkan oleh semua kalangan yang sebelumnya diabaikan selama 32 tahun. Dulu tidak ada orang yang berani mengaku NU. Tetapi kini semua butuh NU" tutur Ketua PKB itu.

"Saat saya diminta mendukung Pak Jokowi, saya bersedia mendukung. Tetapi dengan syarat, pemerintah harus mengakui peran penting NU dalam sejarah yakni lahirnya Resolusi Jihad, dan sekarang ini hari santri diakui oleh pemerintah sebagaimana diakuinya peran NU dalam melahirkan resolusi Jihad" imbuh putra dari Kiai Iskandar Denanyar itu.

 Muhaimin juga berpesan agar warga NU harus tetap semangat dalam meneruskan perjuangan para kyai pendiri NU.

"Tidak ada yang lebih mulia dari NU, sebab NU itu didirikan oleh para wali. Semoga membawa berkah bagi kita semua dan sehat selalu", ujarnya.

"Kita mengurus NU jangan meniati untuk memperbaiki NU. Tetapi niati untuk memperbaiki diri di dalam NU" tutup pidatonya.

Pada kesempatan ini, juga hadir Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo, KH. Ali Masyhuri, Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto, Pungkasiadi, Kapolresta Mojokerto, Komandan Kodim, jajaran Pengurus NU dan Mustasyar PCNU Kabupaten Mojokerto.

Sementara, KH. Ali Masyhri berpesan agar Masyarakat tidak terprovokasi akibat adu domba dan selalu menjaga persatuan warga negara. (lutvi)

BERITA LAINNYA