Pesan Para Kiai di Puncak Harlah NU ke 96 PCNU Kab. Mojokerto

Mojokerto- Pada puncak Harlah NU ke 96, PCNU Kabupaten Mojokerto, mengadakan istighosah dan munajat bersama. Ribuan jamaah memadati halaman PCNU. Pembukaan awal dimulai dengan pembacaan ayat suci al-Quran kemudian berlanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan Yalal wathon. Setelah itu, anggota ISHARI, membacakan mahalul qiyam. Hampir tiga puluh menit, anggota ISHARI melantunkan mahalul qiyam dengan gerakan gerakan khasnya. 

Setelah itu, sambutan pertama disampaikan oleh KH. Abdul Adzim Alwy. Beliau menuturkan bahwa orang-orang yang masih setia duduk dan tidak bergeming dari pukul 02.00 semalam hingga pagi hari adalah orang orang yang mengikuti sunat aulia, yakni tahan dan sabar dalam menghadapi sesuatu. 

"Warga Nahdliyin diharapkan memiliki sikap tersebut. Juga memiliki kepatuhan terhadap Kiainya. Jangan sampai warga Nahdliyin tidak ikut Kiainya. Bahkan menentangnya" tutur ketua PCNU tersebut.

Sambutan keduanya disampaikan oleh Wakil Bupati Mojokerto, Ipung Kasiadi. Ia menuturkan bahwa warga Nahdliyin itu adalah warga yang baik. Organisasinya pun organisasi terbesar dan terbaik di Indonesia. Karenanya perlu dijaga dan dirawat kebaikannya. 

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Muhaimin Iskandar. Muhaimin Iskandar berpesan agar seluruh warga Nahdliyin hormat terhadap harlah NU. Sebab NU adalah organisasi yang memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia.

"Gus Dur pernah menyatakan bahwa dengan Reformasi NU sekarang semakin diperhitungkan. Sebab sebelumnya selama 32 tahun NU dipinggirkan. Kemarin ketika Pak Jokowi meminta dukungan PKB, maka saya meminta agar resolusi Jihad diakui. Dan akhirnya lahirlah hari santri"

Muhaimin Iskandar juga berpesan kepada warga Nahdliyin,

"Saya mengutip kalimat dari KH. Muchit Muzadi, beliau berpesan, kalau masuk ke NU, jangan niati untuk ingin memperbaiki NU. Tapi niatilah untuk memperbaiki diri. Insya Allah nanti akan mendapat berkah dari NU" tuturnya. (Isno)

   

BERITA LAINNYA