Melalui Istighosah dan Munajat Bersama, Siswa SMA N 3 Mojokerto berharap Sukses Mengerjakan Ujian Nasional

Mojokerto - Tidak seperti biasanya pemandangan yang terlihat pagi hari itu (29/03) di halaman SMA N 3 Mojokerto. Pukul 06.00 wib siswa siswi SMA N 3 Mojokerto berkumpul duduk bersila memenuhi lapangan. Mereka berkumpul bukan untuk upacara, tetapi mengadakan istighosah dan munajat bersama dalam rangka kesuksesan Ujian Nasional siswa kelas XII.

Menurut Isno M.Pd.I, Guru Agama Islam di SMA N 3, bahwa kegiatan istighosah dan munajat bersama untuk kesuksesan kelas XII menghadapi ujian nasional sudah menjadi tradisi yang dilakukan di SMA N 3 sebelum ujian.
"Tiap tahun kita mengadakan istighosah dan munajat bersama menjelang ujian nasional. Ini dilakukan, setelah ikhtiar dzohir dengan belajar, les, pelajaran tambahan dan lain lainnya, maka juga harus diiringi dengan ikhtiar batin, yakni dengan doa. Melalui istighosah dan munajat bersama ini, siswa diajarkan untuk tidak selalu mengandalkan dirinya, tetapi harus tumbuh perasaan butuh kepada Allah. Buruh pertolongan Allah" ujar pria yang juga merupakan Ketua MGMP PAI Mojokerto tersebut.

Istighosah dipimpin langsung oleh Ahmad Mubarok S.Pd.I dan kemudian dilanjutkan dengan mauidoh hasanah oleh KH. Falahul Alam dari Dawarblandong. 

Dalam maidoh hasanahnya, KH. Falahul Alam menyatakan bahwa siswa perlu menanamkan rasa percaya kepada sesuatu yang tidak pernah berbohong yakni Allah.

"Sebab Allah tidak pernah berbohong. Sedangkan manusia punya potensi untuk berbohong. Karenanya hati hati dengan tipu daya lisan orang. Jangan mudah percaya kepada bujuk rayu seseorang" tukas Kiai asal Dawarblandong itu.

Kyai yang juga pengurus NU Kabupaten Mojokerto itu menambahkan bahwa diperlukan kecerdasan untuk bisa memahami sesorang itu bisa dipercaya ataukah tidak. 

"Dari dulu manusia itu dikategorikan tiga, ada yang menerima, ada yang menolak dan yang ketiga itu diam saja. Namun yang diam saja itu justru yang berbahaya, sebab ia nggrundel dibelakang. Inilah ciri ciri orang munafik" tutur Kiai yang juga murid kinasih KH. Husein ilyas itu. 

"Tapi kecerdasan yang sesungguhnya itu adalah memiliki akhlak yang baik. Pintarnya bagaimana kalau tidak berakhlak, maka tidak ada gunanya. Yang diperlukan selain itu, yakni para siswa hendaknya menggali potensinya. Dengan potensi, maka ia bisa mengembangkan dirinya menjadi orang sukses" imbuhnya.

Diakhir mauidoh hasanahnya, KH. Falahul Alam mendoakan kepada segenap kelas XII agar sukses menjalankan ujian Nasional. Para siswa terlihat khusu' mengamini doa dari KH. Falahul Alam tersebut. Usai acara, siswa siswi kelas XII berjabat tangan kepada seluruh guru SMA N 3 Mojokerto. Selain meminta doa restu, siswa juga meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan selama diajar oleh guru-gurunya. (Isno)

BERITA LAINNYA