Memajukan Pesantren, RMI Memprogramkan Kemandirian Ekonomi

Pacet- Pesantren merupakan sub culture masyarakat Indonesia. Karenanya ia perlu dipertahankan sebagai bentuk ketahanan kebudayaan bangsa besar ini. Sayangnya dalam beberapa hal pemerintah abai terhadapnya. Sehingga disana sini pesantren tampak berjuang sendiri untuk menghidupi dirinya sendiri. Ada pesantren yang bisa survive sehingga benar benar bisa menjadi besar. Ada pula pesantren yang dikemudian hari tampak ditinggal oleh masyarakat.

RMI sebagai lembaga NU memiliki tugas  untuk mengorganisir pesantren. Tidak hanya tugas tugas menginventaris kelembagaan tetapi juga emphowering terhadap pesantren itu sendiri. Demikianlah hasil dari Musker RMI NU Mojokerto yang berlangsung selama dua hari di Villa Samawa Pacet Mojokerto pada hari Senin-selasa, 24-25 Maret 2019.

"Pasca Musker ini kita akan silaturahmi ke Pondok pondok Pesantren di Mojokerto. Dari silaturahmi nanti kita akan memetakan potensi serta kebutuhan pesantren seperti apa. Kemudian kita tindak lanjuti dengan program program pemberdayaan ekonomi" tukar Ustad Khoirul Wahyudi.

Ustad Khoirul Wahyudi menyatakan bahwa untuk pemberdayaan ekonomi pesantren, RMI telah membuat program unggulan. Untuk bulan april yang akan mendatang, RMI akan mengadakan pelatihan berternak ayam.

"Bulan April ini nanti kami akan mengadakan pelatihan beternak ayam. Pesertanya nanti dari santri santri perwakilan Pesantren. Dari pelatihan ternak ayam ini, diharapkan selain membekali santri dengan ketrampilan beternak, juga pemasarannya. Sehingga pesantren yang siap produksi ternak, tidak bingung dengan pemasarannya. RMI juga akan mensiapkan tim tim handal untuk mempersiapkan produk produk pesantren dari hulu ke hilir" imbuh ketua RMI itu.

Ia juga menandaskan bahwa RMI tak sekadar dengan program pelatihan beternak ayam saja, tetapi juga lele, dan produk produk lainnya.

"Untuk lele, alhamdulillah saya punya lele organik. Sifat kanibalnya telah hilang. Beberapa mall dan supermarket tertarik untuk memanfaatkannya. Nah ini kan bisa dimanfaatkan untuk sumbangsih ke pesantren" terang laki laki yang beralamatkan di dusun Brongkol Desa Banjaragung Mojokerto itu.

Laki laki yang juga anggota MUI Kab. Mojokerto itu menandaskan bahwa RMI siap untuk bekerjasama dengan siapapun untuk kemajuan pesantren.

"Pesantren harus maju. Karena tanpa pesantren NU tidak ada apa apannya. Karenanya perhatian terhadap pesantren harus lebih" imbuhnya. 

RMI menurut Ustad Khoirul Wahyudi, dimasa kepemimpinannya, siap mengemban tugas untuk kemajuan pesantren.

"Intinya kami akan melakukan langkah langkah taktis untuk kemajuan pesantren. Tentu melalui wadah RMI ini. Dan tentu pula atas dukungan dari PCNU dan sinergi dengan lembabag-lembaga yang ada dibawah PCNU" tukas Ustad Khoirul Wahyudi. (ISNO)

BERITA LAINNYA