Memperingati Harlah NU ke 96, LDNU menyelenggarakan Ziarah ke Muasis NU

Mojokerto- Lahirnya organisasi Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 yang dibidani oleh para Kiai bermadzab ahlusunnah waljamaah patut disyukuri oleh seluruh warga Nahdliyin. Sebab dengan lahirnya organisasi ini, maka genealogi Islam yang dibawa oleh Wali Songo dengan dakwah penuh kearifan dan damai, masih terus lestari.

Memperingati Harlah NU ke 96, PCNU Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan beberapa rangkaian acara. Salah satu rangkaian acara itu yakni ziarah ke Muasis NU yang pada tahun ini leading sector penyelenggaranya yakni LDNU. Ziarah ini, menurut Kiai Adzim selaku Ketua PCNU saat memberangkatkan para peziarah menyatakan, bertujuan hormat kepada para pendiri NU.

"Ziarah ini, sebagai wujud rasa cinta dan rasa syukur kita kepada Allah atas diperkenankannya para Kiai khususnya muasis yang telah melahirkan organisasi terbesar di Indonesia ini" terang Ketua PCNU Kab. Mojokerto itu.

"Selain itu, juga sebagai ikhtiar kita sebagai santri untuk terus sambung kepada para Kiai dan kelak diakui sebagai santrinya Hadratus Syekh Hasyim Asyari" imbuhnya. 

Sabtu (23/03) para peserta ziarah berkumpul di halaman PCNU. Tepat pukul 13.00 rombongan peziarah di berangkatkan oleh ketua PCNU bersama rais suriyah KH MASHUL ISMAIL.

"Alhamdulillah banyak kiai yang ikut. Juga para pengurus mulai dari PC, lembaga, banom dan MWC. Kita kompak mengikuti program ini" tutur Kiai Mahrus, ketua LDNU.

Para peziarah memulai ziarahnya langsung menuju ke makam KH. Hasyim Asyari, KH. Wahid Hasyim dan KH. Abdurahman Wahid. Di makam ini, tampak para peziarah khusu' melantunkan doa doa. Pun ketika peziarah ke Makam KH. Bisri Syansuri dan KH. Wahab Hasbullah.

Usai ke makam para pendiri NU, peziarah bergerak ke makam KH. Achyat Chalimi, Mojokerto. KH. Achyat Chalimi meskipun bukan pendiri awal NU di Mojokerto tetapi dimasa kepemimpinannya, NU Mojokerto mengalami kemajuan yang pesat. 

KH. Achyat Chalimi mengawali khidmah ke NU, dimulai pada tahun 1938 sebagai Ketua Ansor. Beberapa tahun kemudian beliau juga menjadi sekertaris NU sekaligus juga pengurus Laskar Hizbullah Mojokerto yang berjuang melawan Belanda.

KH Achyat chalimi adalah tokoh yang fenomenal semasa hidupnya. Beliau banyak memberikan kontribusi pada NU Mojokerto khususnya pada kepemilikan aset aset yang dipersembahkan untuk kemajuan dan kemandirian NU baik berupa tanah yang tersebar di wilayah trowulan dan sekitarnya, pendirian RSI SAKINAH, SMA ISLAM BRAWIJAYA sampai pengajian ahadan ( jihad ) yang sekarang di motori oleh LDNU.  (ISNO)

BERITA LAINNYA