LAZISNU Kab.Mojokerto menyelenggarakan santunan 1000 Anak Yatim dan Peringatan Haul Kiai Mustofa-Brangkal

Mojokerto- Banyak lembaga lembaga penggalangan dana yang berkedok kegiatan sosial, tetapi sesungguhnya hanya dana yang terkumpul hanya digunakan untuk kepentingan yang tidak semestinya. Tetapi itu tidak berlaku bagi LAZISNU Kab. Mojokerto. Selama dua bulan pasca pelantikan pengurus, LAZISNU telah mendistribusikan dananya untuk donasi kepada anak Yatim. Bulan Februari lalu, LAZISNU telah menyalurkan donasi dengan menghadirkan 1000 anak Yatim. Bulan Maret ini, tepatnya tanggal 17 Maret 2019, LAZISNU juga menyalurkan donasi kepada 1000 anak yatim.

Yang berbeda dengan penyelenggaraan Santunan dan doa bersama 1000 anak yatim pada bulan lalu, bulan ini LAZISNU menggabungkan acara santunan dengan peringatan Haul sesepuh dari Ulama yang mencetuskan gerakan peduli anak Yatim Non Panti, yakni KH. Mustofa-Brangkal. KH. Mustofa Brangkal konon menurut beberapa pewarisnya, adalah menantu Mbah Hasan Besari Ponorogo. Ia juga merupakan salah satu pasukan dari Diponegoro. Ia kemudian pindah ke Brangkal. Dari keturunannya banyak yang menjadi pendakwah Islam di Mojokerto, seperti Kiai Romli Trowulan. Kiai Romli Trowulan merupakan mertua dari Kiai Dimyati. Kiai Dimyati sendiri merupakan guru dari KH. Achyat Chalimi, KH. Munasir Ali, KH. Nawawi Tawangsari dan lain lain.   

Karena pengaruhnya yang besar dalam penyebaran Islam di Mojokerto itulah, para pengurus LAZISNU Mojokerto bekerjasama dengan pengurus gerakan cinta Yatim non Panti, setiap tahun menyelenggarkaan Haul Kiai Mustofa. Di depan makam Kiai Mustofa, 1000 anak Yatim dipimpin oleh para Kiai yang hadir, membacakan tahlil. Selain itu juga ada maidoh hasanah.

“Ibu-ibu semuanya harus memperlakukan anak Yatim dengan baik. Meskipun mereka itu nakal, tetapi tetap harus diberlakukan dengan baik. Sebab ngramut anak Yatim itu mberkahi” tutur KH. Adzim Alawy dihadapan ibu-ibu yang mengantarkan anaknya mengikuti haul Kiai Mustofa.

Usai melaksanakan peringatan haul Kiai Mustofa, 1000 anak Yatim digiring ke Wisata Desa. Disana, selain diberi santunan, anak anak Yatim diajak berenang dan bermain-main di kolam renang Wisata Desa yang terletak di Randugeneng.

“Sekali-kali kita berusaha menyenangkan anak yatim dengan mengajak berenang disini. Menyenangkan anak Yatim kan dapat pahala” tutur Rofiuddin, Ketua LAZISNU, sambil tersenyum ramah. (Isno)

 

BERITA LAINNYA