Membangun Ekonomi Bersama Direktur BMT Sidogiri

DLANGGU- Keinginan yang kuat dari PCNU Kabupaten Mojokerto untuk membangun kemandirian ekonomi, bukanlah isapan jempol. Pada Musker PCNU (6/2) yang dilaksanakan di Wisata Desa, panitia menghadirkan Direktur BMT Sidogiri KH. Dumairi Nor. Di depan peserta Musker, KH. Dumairi Nor mempresentasikan tentang “Cara Mudah Membangun Ekonomi Umat Berbasis Syariah”

Hampir selama satu jam lebih, laki laki alumnus Pondok Sidogiri itu berbicara tentang pengalamannya memimpin BMT Sidogiri. Selama dua puluh satu tahun membangun BMT Sidogiri, banyak suka dan duka. Tetapi ia terus melewati rintangan rintangan itu. Hingga kini di Sidogiri telah banyak berdiri berbagai usaha koperasi. Ada satu Koperasi yang memiliki 100 kantor dengan omset 2.7 trilyun. Kopontren di Sidogiri kini juga telah memiliki 100 toko basmalah. Koperasi Agro yang membidangi bidang pertanian telah berhasil mensuplai beras dari berbagai tempat hingga mencapai 700 ton. Ada juga Koperasi lainnya,  kini telah memiliki 228 kantor ditingkat nasional, dengan keuntungan 2.2 Trilyun dan omset 16 Trilyun.

Selain berkiprah di perkoperasian Sidogiri, KH. Dumairi Nor juga bergabung dengan kepengurusan di PCNU Pasuruan. Dari tangan dinginnya, kata Alumnus UNISMA itu,  sudah berhasil mengelola ekonomi dengan budget 4 Milyar.

“Alhamdulillah melalui berbagai ikhtiar, NU Pasuruan yang awalnya hanya menggantungkan dana dari luar. Tetapi kini PCNU di Pasuruan sudah berhasil mandiri. Kita sudah punya tambang. Dan alhamdulillah kini omsetnya telah mencapai 4 Milyar” ujar KH. Dumairi Nor.

KH. Dumairi Nor menyatakan bahwa ekonomi yang kuat hanya bisa dibangun dengan jamaah yang kuat. Karenanya KH. Dumairi Nor mengajak kepada PCNU Mojokerto untuk bergabung membangun ekonomi umat. Ia menyatakan siap memberi aplikasi BMT Sidogiri untuk di copy paste ke PCNU Mojokerto.

Beberapa kiatnya untuk memulai langkah ekonomi, 1) Memperluas jaringan usaha, 2) Peka membaca potensi umat, 3) Merangkul lembaga Pendidikan, 4) Memfasilitas Home Industri, 5) Membuka pasar baru, 6) Memperluas jaringan usaha.

“Kita harus peka membaca peluang ekonomi, misalnya kita bertanya uang warga NU di Mojokerto itu kalau menyimpan dimana? Kenapa kita tidak membuat BMT dan uangnya warga NU ditaruh disana? Kalau ziarah, warga NU itu menggunakan kendaraannya siapa? Kenapa NU tidak menyediakan kendaraan untuk dipergunakan warganya berziarah? Ini contoh contoh bagaimana mencari peluang usaha” ungkap Pengajar Pondok Sidogiri ini.

KH. Dumairi Nor mengharapkan agar PCNU bisa menindaklanjuti pertemuan malam itu dengan mengirim lima utusan untuk magang ke Sidogiri. Terlihat ajakan dari KH. Dumairi Nor ini disambut dengan tapuk tangan para hadirin. (Isno)

BERITA LAINNYA