Upaya MWC NU JETIS Menjaga Persatuan Melalui Lailatul Ijtima

Penyelenggaraan Lailatul ijtima' akhir akhir ini mulai semarak. Termasuk di Kecamatan Jetis-Mojokerto. Pada malam selasa (25/2) bertempat di Masjid Sabilul Huda Desa Mlirip, pelaksanaan lailatul ijtima dihadiri oleh banyak jamaah. Tiga lantai dari Masjid penuh dengan jamaah, bahkan pelataran Masjid juga dijejali jamaah, 

"Alhamdulillah saya bahagia karena NU di Jetis ini terus hidup dan berkembang. Buktinya pada pelaksanaan lailatul ijtima malam ini banyak jamaah yang hadir. Masjid dengan lantai tiga penuh dengan jamaah. Diluar halaman masjid juga penuh jamaah" tutur H. Sumargi selaku Takmir Masjid Sabilul Huda dihadapan jamaah yang hadir. 

Lailatul Ijtima' yang diselenggarakan MWC NU Jetis ini juga dihadiri oleh Waka Polresta Kompol Hadi S.H. Beliau didapuk untuk memberi sambutan. Dalam sambutannya, ia mengajak kepada jamaah NU untuk ikut serta merta menjaga negeri ini dari paham radikalisme, "Saya minta kepada jamaah NU untuk melaporkan apabila dilingkungan sekitarnya ada orang orang yang melakukan tindak radikalisme" pinta Kompol Hadi SH. 

Kompol Hadi SH juga mengajak jamaah untuk menghindari serta membentengi keluarganya dari bahaya narkoba. Sebab korban narkoba telah merajalela. Ia menjelaskan bahwa saat ini Lapas Mojokerto dipenuhi oleh pelaku dan pengedar narkoba. Karenanya, ia mengharap jamaah nahdliyin untuk waspada terhadap pergerakan pengedaran narkoba yang terus menyasar keberbagai lapisan. Polisi yang bertugas di Polresta itu juga menghimbau kepada jamaah nahdliyin untuk bijak dalam bersosial media,

"Hampir semua warga Indonesia membawa HP. Di hp banyak berita berita. Ada yang positif ada yang negatif. Yang negatif itu seperti berita hoax. Ini berbahaya. Apalagi menjelang pilpres begini. Karenanya jangan mudah menyebarkan berita, sebelum mengetahui kebenarannya." terangnya. 

Di akhir sambutannya, Kompol Hadi SH, mengingatkan kepada jamaah khususnya dalam menghadapi Pilpres yang akan datang, "Warga nahdliyin saya mengharap untuk saling menghormati pilihan masing masing. Tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar masyarakat. Sehingga pesta demokrasi berjalan dengan sukses" 

Senada dengan Wakil Polresta, Wakil cabang NU Jetis, KH. Sholihin, mengharap pelaksanaan lailatul Ijtima bisa menjadi ajang menyatukan jamaah. Termasuk bisa menjadi ajang untuk mendoakan satu sama lain. KH. Sholihin mengajak jamaah untuk mendoakan ketua MWC NU yang sedang proses pulang dari umroh agar umrohnya perjalanannya selamat sampai di rumah.  

Acara ditutup dengan mauidoh hasanah oleh KH. Nurhadi atau yang lebih dikenal dengan Mbah Bolong dari Jombang. Dalam ceramahnya, Mbah Bolong meminta jamaah untuk meningkatkan spiritualitasnya. Lebih lebih mendekati bulan ramadhan ini. Mbah bolong mewanti wanti kepada jamaah agar dalam beribadah menata niat karena Allah, bukan mengharap pujian dari orang lain. Sebab era selfi telah menggerus kekhusukan dalam beribadah. Seperti orang umroh, akhir akhir ini banyak jamaah lebih sibuk selfi daripada menapaki ibadah ibadahnya. (Isno)

BERITA LAINNYA