Tim Aset PCNU Sambangi KH Mas’ud Yunus

Mojokerto -  Tim aset PCNU Kabupaten Mojokerto yang dikomandani Gus Sa’dulloh Syarofi, terus bergerak mendata aset milik organisasi yang didirikan Mbah Hasyim ini. Diketahui, mayoritas aset yang dimiliki oleh PCNU Mojokerto, baik kabupaten maupun kota, pada masa lalu merupakan inisiasi dari KH Ahyat Chalimy. Sebagian kecil yang lain merupakan pengembangan yang dilakukan oleh kepengurusan PCNU Kabupaten Mojokerto.

Setelah melakukan penelusuran dokumen dan bertemu sejumlah tokoh di Mojokerto, tim aset bergerak di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Surabaya yang berada di Porong, Sidoarjo. Disana, tim aset menemui KH Mas’ud Yunus yang merupakan salah satu tokoh penggerak yang saat itu diamanahi Abah Yat, sapaan akrab KH Ahyat Chalimy, untuk bergerak mewujudkan rumah sakit NU.

Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Abdul Adzim Alawy yang memimpin langsung bertemu tim aset bertemu KH Mas’ud Yunus, disambut baik mantan Walikota Mojokerto tersebut. Bahkan, KH Mas’ud Yunus mengaku telah menulis beberapa sejarah yang dialaminya saat bersama KH Ahyat Chalimy.

“Wah, saya senang sekali. Karena menurut saya, NU hari ini memang harus melakukan dua hal. Satu, merapikan dokumen-dokumen aset NU, terutama RSI Sakinah, serta kedua, menulis buku tentang pendirian RS milik NU tersebut. Mumpung beberapa orang masih hidup dan bisa dimintai cerita,” sambut KH Mas’ud Yunus, setelah mengetahui niat kedatangan KH Abdul Adzim Alawy bersama rombongan.

Mantan Walikota Mojokerto ini lantas menceritakan sejumlah detail proses pendirian rumah sakit yang berada di Jalan RA Basuni, Sooko, Mojokerto tersebut. Termasuk sejumlah tanah milik KH Ahyat Chalimy maupun tanah yang dibeli atas inisiatif dari Abah Yat.

“Ada dua di Trowulan. Saya masih ingat. Yang pertama dibeli pada sekitar tahun 1966, saat peristiwa Gestapu. Yang satu dibeli sekitar tahun 70-an, saat masih ada sejumlah anggota DPR dari Partai NU saat itu. Abah Yat akhirnya membeli tanah di kawasan Trowulan yang ditanami tebu dan hasilnya untuk membiayai pengajian Ahadan,” tambah KH Mas’ud Yunus.

Dengan adanya cerita dari KH Mas’ud Yunus, ketua tim aset PCNU Kabupaten Mojokerto, Gus Sa’dulloh Syarofi mengaku semakin yakin bisa mengenventarisir dan menyelamatkan aset milik NU agar tetap lestari di tahun-tahun mendatang.

“Menjadi tim aset ini sebenarnya sudah cocok bagi saya. Karena sesuai dawuh Bapak, saya diminta untuk fokus mengurusi aset-aset yang dimiliki PCNU,” jelas Gus Dul, sapaan akrab putra KH Chusaini Ilyas tersebut.

Targetnya, dalam satu bulan ke depan, tim aset PCNU Kabupaten Mojokerto akan menyelesaikan pendataan aset-aset milik NU, yang kemudian akan ditindaklanjuti Lembaga Wakaf Nahdlatul Ulama (LWPNU) bersama dengan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU (LPBHNU), untuk melegalisasi aset tersebut agar bisa berbadan hukum NU. Sehingga, sampai kapanpun aset tersebut akan tetap dimiliki Nahdlatul Ulama.

Setelah aset PCNU Kabupaten Mojokerto terdata, nantinya tim kemudian akan bergerak ke tingkat MWC NU dan ranting NU yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Harapannya, kita mempunyai database dan dokumen lengkap tentang aset PCNU Kabupaten Mojokerto. Baik yang dimiliki oleh tingkat cabang, maupun MWCNU dan ranting. Agar ke depan tidak ada lagi kebingungan bagi pengurus, utamanya bagi warga NU Kabupaten Mojokerto,” pungkas Gus Dul. (Lutvi)

BERITA LAINNYA