Jawa Timur Mata Air Indonesia

Mojokerto- Dalam rangka milad yang ke lima (21/2) Pondok Pesantren Segoro Puro Trowulan Mojokerto untuk kedua kalinya menghadirkan Budayawan Kondang dari Jogjakarta Emha Ainun Nadjib dan Kyai Kanjeng. Perhelatan yang dibingkai dalam konsep sinau bareng berlangsung meriah. Kemeriahan itu terlihat dari padatnya pengunjung yang membludak memenuhi pelataran tempat acara berlangsung. Lebih lebih saat Kyai Kanjeng membuka acara dengan lantunan shalawat yang diikuti lantunan musik khasnya. Para pengunjung yang kebanyakan anggota jamaah maiyah ini, sangat menikmati lantunan shalawat demi shalawat yang dibawakan oleh kyai Kanjeng. Sampai pada puncak acaranya, melakukan dialog kebangsaan. Acara dialog kebangsaan dimulai dari sosialisasi kebijakan kebijakan dari pejabat publik yang hadir di atas panggung. Terlihat para pejabat itu saling bergantian berbicara. Dimulai dari wakil pemprop Jawa Timur yang mensosialisasikan program baru dari Gubernur baru yang akan memberlakukan SPP gratis pada siswa sekolah. Ia berharap dengan SPP gratis, masyarakat Jawa Timur tidak akan ada lagi yang putus sekolah. 

Wakil dari Polda Jatim mengingatkan kepada jamaah untuk menghindari perilaku hoax yang dapat menyebabkan percekcokan di tengah masyarakat. Lebih lebih di tengah pilpres saat ini. Senada dengan wakil Polda, Dandim Mojokerto Letkol Ka. Hermawan Weharima, SH, mengingatkan untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Wawasan kebangsaan harus diperdalam, agar masyarakat tak tergerus dari visi misi awal founding father mendirikan bangsa Indonesia. 

Usai para pejabat teras tersebut memberikan sambutan, tiba tiba hadir wakil gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. Wakil Gubernur tersebut langsung di dapuk untuk mensosialisasikan program terbaru dari Gubernur dan Wakil Gubernur membangun Jawa Timur. Tetapi sebelum memberikan sambutannya, Emil Dardak ditodong untuk membawakan lagunnya Letto dan Novia Kolopaking. Emil Dardak pun tampil dengan mempesona. Suaranya meliuk liuk menirukan lagunya Novia Kolopaking yang melengking. Taburan tepuk tangan menggema usai Emil Dardak usai menyanyikan dua lagu itu.

Dalam sambutannya Emil Dardak menyampaikan,  "Jawa Timur itu adalah mata airnya Indonesia. Sumpah Palapa yang ingin menyatukan Nusantara ada di Jawa Timur. Kebangkitan nasional penggerakknya juga adalah orang Jawa Timur. Yang memproklamirkan proklamasi kemerdekaan Indonesia juga adalah putra terbaik Jawa Timur. Karenanya membangun Jawa Timur diperlukan tenaga pikiran semua elemen. Pemprov ingin menggali inspirasi dan aspirasi dari berbagai elemen untuk membangun Jawa Timur. Kita akan membuat panel untuk itu"

"Termasuk membangun Trowulan ini. Rumah rumah khas Majapahit yang ada saat ini,hendak dikemanakan. Ia mencontohkan seperti di Korea. Rumah kuno yang dijadikan destinasi, dikonsep semuanya seperti zaman dulu. Termasuk jalan jalannya juga" terang mantan Bupati Trenggalek itu. Selain tentang program 99 hari masa kepemimpinan Gubernur dan wakil gubernur baru, Emil Dardak juga mengingatkan kepada jamaah yang hadir untuk mendoakan pada kepemimpinannya mendampingi Khofifah Indra Prawansah mampu membawa Jawa Timur sukses, bermartabat dan dihormati baik ditingkat nasional hingga tingkat Internasional. 

Mensikapi beberapa statemen dari Emil Dardak, Cak Nun memberikan point point penting tengang laskap membangun Jawa Timur.  Menurut Cak Nun, yang harus dipahami oleh Emil Dardak bahwa membangun Jawa Timur tidak boleh dimulai dengan paradigma yang mengekor ke Yunani. Sebab bangsa ini hanya akan menjadi pengekor belaka.  Tetapi Emil Dardak harus mau menggali paradigma Jawa dan Islam itu sendiri sebagai kearifan lokal dan spirit kesejarahan, hingga kelak akan mampu membawa Jawa Timur menjadi mercusuar dunia. Selain itu, Cak Nun juga berpesan agar Khofifah dan Emil Dardak membangkitkan kepercayaan diri masyarakat Jawa Timur. Bahwa Jawa Timur adalah mata air Indonesia. Melalui Jawa Timurlah Indonesia akan bangkit memimpin dunia. (ISNO)

BERITA LAINNYA