DJons Hadrah Akustik, Band Millenial Ala Santri

MOJOKERTO – Musik adalah salah satu bagian hidup dari pemuda, tanpa musik suasana akan menjadi sunyi. Di era millenial seperti ini banyak band-band menjamur menawarkan musik dengan aneka genre yang memanjakan telinga anak muda milineal. Tetapi berbeda dengan band Islami dari Kemlagi ini,  Djons Hadrah Akustik. Mereka menampilkan musik yang berbeda dengan lainnya.

Band besutan Lesbumi ini mulai berkecimpung di dunia musik pada 4 Juli 2015 M / 17 Ramadhan 1436 H. Dengan mengusung Hadrah Akustik yaitu sholawatan dengan memakai melody, gitar, bass, dan kajon. Genrenya musik religi.

"Tujuan dibentuknya Djons Hadras Acustic ini adalah untuk mensyiarkan dakwah Islam ala Nahdlatul Ulama melalui seni musik. Keinginan kita grup ini melahirkan musik yang lebih adaptif dengan kalangan millenial sekarang. Kalau banjari atau terbangan sudah terlalu mainstream, Djons hadir dengan inovasi baru yang mengusung Hadrah Akustik, yakni bersholawatan dengan memakai melody, gitar, bass, dan kajon. Genre kita adalah musik religi tapi liat situasi dan kondisinya saja kita juga bisa memainkan dengan lagu pop, dangdut, ataupun rock sesuai permintaan" terang Moch. Shofiyuddin, manajemen Djons Hadrah Acustik.

Asal mula grub Djons ini di bentuk untuk mewadahi pelajar dan pemuda untuk berkarya dalam bentuk seni musik dan seni suara. Tetapi seiring dengan perkembangan, kita mengelompok dan membentuk grup dengan anggota tetap.

"Djons sendiri itu terinspirasi dari kondisi personilnya yang rata rata jomblo. Jomblonya jomblo ngenes. Karenanya kita namai saja Band kita ini dengan nama Djons, jomblo ngenes. Itu plesetan dengan tujuan lebih familiar dan mengena di hati para pelajar dan pemuda pemudi NU” ungkap mantan ketua IPNU itu, disela sela acara santunan 1000 anak yatim kemarin (17/02).

Band ini mempunyai homebase atau kantor yang berada di Lantai 2 Toko 5 Jaya Palen Desa Kemlagi Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Tepatnya di Studio Musik Al Banjari H. Fathur Rohman.  Awalnya Djons ditentang oleh kyai-kyai di MWCNU Kemlagi. Hal ini dikarenakan para Kiai merujuk tentang status keharaman bermain gitar menurut pendapat beberapa ulama salaf.  Meskipun dikalangan ulama salaf ada juga yang membolehkan dengan syarat syarat tertentu. Namun Djons Hadra Acustik terus berkarya. Alhasil akhirnya mereka direstui dan didukung penuh oleh ulama Kemlagi, sebab dengan karya karya mereka ternyata banyak menarik hati para pemuda-pemudi kemlagi untuk bergabung dalam organisasi yang di naungi oleh Nahdlatul Ulama.

“Tujuan kita kedepan adalah sama halnya dengan tujuan kita pada awal mula terbentuk yaitu menghadirkan warna baru musik religi dengan akustik, terutama sholawatan yang bisa dikemas dengan macam-macam genre nada. Grub kita tidak kalah dengan grub-grub lainnya dengan artis seperti Nisa Sabyan, Veve Zulfikar, dan artis religi lainnya. Bahkan kita ada 1 single lagu Djons yang hak ciptanya diberikan langsung oleh Gus Mus, Seorang ulama terkenal di Mojokerto yang masih bersaudara dengan Gus Ali Nasih Ketua GP. Anshor Kabupaten Mojokerto. Lagu ini akan kita rilis  pada akhir Februari mendatang bersama dengan 1 single lagi ciptaan seorang musisi asal Pesanggrahan Kecamatan Kutorejo, single ini kita tujukan sebagai bentuk apresiasi untuk Harlah IPNU IPPNU ke-65 dan ke-64” pungkas Shofiyuddin, pemuda yang juga didapuk sebagai sekertarus Lesbumi itu. (Faiz dan Aqm).

BERITA LAINNYA