Ikhtiar Lakpesdam PCNU Kab. Mojokerto dalam berkhidmad

Tidak banyak orang mengetahui tentang Lakpesdam. Lebih lebih program dan tujuan didirikannya Lakpesdam. Padahal ia merupakan lembaga di dalam struktur PCNU. Adapun mandat dari didirikannya Lakpesdam, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta hasil Mu’tamar Ke-33 Nahdlatul Ulama 2015 adalah “melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengkajian dan pengembangan sumber daya manusia”. Hal ini kemudian diterjemakan menjadi 2 hal: Pertama, Lakpesdam sebagai perangkat think-tank berkaitan dengan pengembangan peran strategis NU dalam bergerak, bermasyarakat dan bernegara. Kedua, sebagai penggerak dan dinamisator dalam penyusunan pola-pola pengembangan SDM di NU pada berbagai tingkatan.

Tentang mandat  itu, ketua Lakpesdam Mojokerto, Mirojul Huda menyatakan, “Lakpesdam PCNU Kab. Mojokerto  siap untuk merumuskan konsep kaderisasi. Lakpesdam PCNU Kab. Mojokerto akan melakukan kajian isu-isu strategis yang dibutuhkan selama kepengurusan. Lakpesdam mejalankan misi senyap dengan berada di balik layar kepengurusan dan harus siap menjalankan kerja-kerja yang tidak populis. Lakpesdam berusaha merumuskan isu-isu strategis, serta kebijakan yang berbasis kebutuhan warga Nahdliyin. Dengan data-data yang ada, diharapkan kebijakan yang akan diambil oleh NU menjadi tepat sasaran dan mempunyai dasar data yang valid”

Lebih lanjut, alumnus Unair itu menyatakan, “Lakpesdam akan mengawal agar organisasi sebesar NU ini, tertib dari segi administrasi, terutama dalam bidang data kader maupun anggota NU. Saat ini kita masih belum bisa memberikan  informasi yang valid berapa jumlah warga NU yang ada di Mojokerto, berapa jumlah warga NU Kab. Mojokerto yang mempunyai Kartanu? Siapa saja mereka? Dan lain lain”

“Andaikan PCNU Kab.Mojokerto mempunyai sistem pendataan yang sistematis, meskipun hanya informasi-informasi dasar seperti profil, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, jumlah aset, tetapi dikumpulkan secara akurat dan diperbaharui secara berkala, niscaya data-data tersebut bisa dimanfaatkan untuk menganalisa mulai dari hal mendasar sampai hal-hal yang besar. Semisal bagaimana kondisi ekonomi warga NU selama 3 tahun terakhir, apakah semakin membaik atau semakin memburuk, lantas antisipasi dan langkah seperti apa yang perlu disiapkan. Data-data tersebut juga bisa digunakan untuk  membuat rencana strategis, antisipasi terhadap hal yang tidak diinginkan, serta membuat proyeksi kebutuhan di masa mendatang” ungkap pria yang beralamatkan di desa Balongsari Gedek itu.

Untuk pengembangan kader NU, PP Lakpesdam Kab. Mojokerto, akan  beberapa langkah langkah, Pertama, kader struktural. Kaderisasi ini ditujukan untuk mereka-mereka yang tengah atau diproyeksikan untuk menduduki struktural pengurus NU. Kedua, kader ulama. Yakni kaderisasi yang ditujukan untuk penguatan syuriah-syuriah NU. Program yang dijalankan adalah Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK). Ketiga, kader pengerak. Kaderisasi ini ditujukan untuk level bawah yakni di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Pengurus Ranting (PR). Selanjutnya, adalah kader fungsional. Sasaran kader fungsional ini adalah kepada orang-orang yang dididik untuk menguasai profesi tertentu, Misalnya, sebagai peneliti, fasilitator, dan profesi lainnya. Terakhir, kader kultural yang disiapkan untuk melakukan pendampingan-pendampingan masyarakat, terutama kaum miskin, disabilitas, dan juga masyarakat rentan. Dengan langkah-langkah kongkret itu, Pria yang pernah menjadi peneliti The Jawa Post Institute of Pro Otonomi (JPIP) yakin NU akan berjaya.

 

 

BERITA LAINNYA