Dampingi Mantan Napi, Gelar Istighosah Rutin

MOJOKERTO – Pengurus Cabang Lembaga Dakwan Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Mojokerto tak setengah-setengah mendampingi warga yang sempat mengalami khilaf dan menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Mojokerto. Tak hanya mendirikan Madrasah Diniyyah At-Taubah di dalam LP, LDNU Kabupaten Mojokerto juga melakukan pendampingan bagi mereka yang selesai menjalani masa hukuman.

Bertempat di Aula Wisma NU Kabupaten Mojokerto, sekitar 25 mantan narapidana yang selesai menjalani masa hukuman di LP Mojokerto, Minggu (10/9) malam berkumpul bersama sejumlah kiai serta pengurus lembaga di bawah naungan PCNU Kabupaten Mojokerto. Mereka menggelar acara istighosah dan pembacaan manaqib hingga jelang tengah malam.

“Ini merupakan kegiatan pertama, rencananya akan digelar keliling di rumah-rumah para alumni madrasah diniyyah At-Taubah,” jelas KH Abdul Adzim, ketua LDNU Kabupaten Mojokerto yang memanggil para mantan narapidana tersebut dengan sebutan alumni madrasah diniyah.

Di dalam sel tahanan, sejak setahun terakhir, LDNU Kabupaten Mojokerto memang setiap hari menggelar pengajian yang diberi nama Madrasah Diniyah At-Taubah. Secara bergantian, para pengurus LDNU maupun para kiai, gus dan ustadz dari berbagai lembaga dan pesantren di Kabupaten Mojokerto menyempatkan waktu untuk mengaji di hadapan ratusan narapidana. Tak ingin para alumni madrasah diniyah tersebut terjerumus kembali pada perbuatan pidana, LDNU memberikan fasilitas untuk pendampingan hingga mereka kembali ke tengah masyarakat.

“Para alumni juga kami minta membuat group untuk saling berkomunikasi diantara alumni. Harapannya dengan saling komunikasi, akan terjalin saling dukung dan mengingat masa sulit saat masih berada dalam sel tahanan,” tambah Kiai Adzim, sapaan akrab pengasuh pesantren Nurul Falah, Dusun Jetak, Desa Balongmojo Kecamatan Puri ini.

Sementara itu, Ketua NU Care Lazisnu Kabupaten Mojokerto, H Ghozali menegaskan, lembaganya siap diajak kerjasama jika diantara para narapidana tersebut ada yang termasuk golongan fakir miskin atau justru mempunyai anak yang membutuhkan biaya pendidikan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus LDNU Kabupaten Mojokerto untuk melakukan verifikasi serta pendampingan. “Kita siap membantu, jika memang dibutuhkan,” tegas H Ghozali. (Ara/Ary)

BERITA LAINNYA