Ingatkan Kader Muslimat NU Akan Bahaya Paham Radikalisme

MOJOKERTO – Bertajuk: Satukan Langkah Membangun Negeri dan Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesai (NKRI), ribuan warga Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Mojokerto, menghadiri Hari Ulang Tahun  (HUT) Ke-71 Muslimat NU di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Syarif Hidayatulloh, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, (14/5).

Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, warga Nahdliyin, termasuk kader Muslimat harus turut membangun suasana kondusif di semua lini. Harmoni itu setidaknya dapat diawali dari tingkat ranting atau garda terbawah .

”Jika harmoni dibangun serius, maka harmoni di sektor cabang, bahkan tingkat Nasional akan terjaga. Dan ini sebagai bentuk kekuatan NKRI,” ujar Khofifah. Namun, menurut Menteri Sosial (Mensos) ini, membangun keutuhan NKRI tidaklah cukup dengan harmoni saja.

Warga Nahdliyin harus terus merapatkab barisan dan bekerja sama dengan berbagai sektor. Baik dari pengurus ranting, cabang, bahkan tingkat Nasional. Jalinan kerja sama ini dibentuk, agar produktifitas lembaga di Indonesia mempunyai daya saing di mata Negera-Negara lain.

”Sebetulnya kita semua sama-sama bekerja, tetapi semua belum bekerja sama. Kerja sama kita bangun untuk daya saing. Menjadi bangsa yang produktif, bangsa yang memiliki tingkat kebahagian daripada Negara lain,” tuturnya. Khofifah menegaskan, warga Muslimat NU agar lebih hati-hati terhadap ajaran dan paham radikalisme yang hari hari ini sedang marak.

Apalagi, di beberapa daerah di Indonesia, sudah ada paham yang mengubah ideologi Negara, dan melenceng dari NKRI dan Pancasila. ”Jangan sampai kita mengganti sistem Pancasila dan merubah NKRI. Bagi NU, NKRI harga mati,”  pungkas Khofifah. (zan/aka)

 

BERITA LAINNYA