Lomba Baca Kitab Kuning, Lestarikan Tradisi Ulama Salaf

MOJOKERTO - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-94 Nahdlatul Ulama, Lajnah (Lembaga) Robithoh Ma'ahid Islamiyah (RMI) Kota Mojokerto, menggelar lomba baca kitab kuning di kantor PC NU setempat, awal April lalu.

Lomba ini diikuti delapan belas pengurus ranting di bawah naungan PC NU Kota Mojokerto. Ketua panitia Harlah NU Mahmud Tantowi mengatakan, kitab kuning sebagai dasar untuk dalam keilmuan NU.

Maka dari itu, kitab kuning yang menjadi tradisi di kalangan ulama, kiai salaf dan pesantren ini adalah sebagai dasar untuk pengembangan dan pedoman keilmuan bagi kalangan Nahdliyin.

”Dengan demikian, kitab kuning ini menjadi sumber ilmu. Apa lagi, dalam perkembangan zaman saat ini, kitab kuning agar lestari, tetap awet dan bisa di turunkan kepada anak cucu kita nanti,” kata Tantowi saat ditemui NU Mojokerto Online.

Salah satu kitab yang di lombakan adalah kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Gozali. Dengan adanya lomba baca kita kuning, para pengrus ranting dan generasi muda terdorong untuk mengusai dan mengamalkan ilmunya kepada masyarakat, sebagai salah satu cara menghargai ulama dan kiai salaf.

”Tidak itu saja, kitab kuning juga sebagai ciri khas tradisi para ulama NU,” imbuhnya. Dengan adanya lomba baca kitab kuning ini, para santri dan generasi muda pada umumnya, terdorong untuk memasyarakatkan tradisi membaca kitab klasik tersebut di tengah masyarakat.

Sebagai salah satu cara menghargai karya ulama. Dalam lomba ini, hadi pula tiga orang juri, yaitu Gus Muh. Zainuddin dari Pondok Miftahul Hikmah, Blooto; Gus Muh. Jauhari dari Pondok Manbaul Quran, Bancang, Wates; dan Gus Ismail dari pondok Tarbiyatul Aulad, Pulorejo Kota Mojokerto. (zan/aka)

 

BERITA LAINNYA