Aktivis PMII Turun Jalan, Gelar Aksi Kamisan

MOJOKERTO - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mojokerto menggelar ’’Aksi Kamisan’’ di depan Alun-Alun Kota Mojokerto, Kamis (23/3).

Mereka menuntut pemerintah pusat dan Pemkab Mojokerto atas dugaan ketidakadilan agraria yang terjadi di Rembang dan Mojokerto. Dalam orasinya, mahasiswa menyuarakan soal bahaya pencemaran lingkungan.

Seperti, dugaan sengketa pabrik karet di Desa Medali, Kabupaten Mojokerto. Pabrik yang berdiri sejak 8 tahun lalu itu dinilai mencemari lingkungan di 14 desa lewat limbah udara. Betapa tidak, 8 tahun sudah masyarakat sekitar disuguhi bau busuk bak kotoran.

Padahal PT Bumi Nusa Makmur (BNM) yang berdiri sejak tahun 2008 itu dinyatakan tidak menyediakan sistem pembuangan limbah yang sempurna. Hingga izin HO (gangguan) sekaligus izin operasional pabrik resmi dicabut Pemkab Mojokerto melalui SK Bupati.

’’Bau busuk selama 8 tahun menusuk hidung warga Desa Medali dan 14 desa lainnya,’’ ucap Andre Wida, koordinator aksi.Selain membentang spanduk, mereka juga membawa atribut bendera dan payung bertuliskan dukungan penegakan dugaan pelanggaran lingkungan

Dukungan PMII terhadap keadilan warga Desa Medali juga dilakoni dengan pengawalan dan pendampingan hingga target penutupan pabrik terpenuhi. ’’Kami, akan mengawal terus sampai tingkat bupati, DPRD dan ranah hukum,’’ imbuhnya.

Peserta aksi juga menyuarakan sengketa agraria di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis dan dugaan kasus galian C (sirtu). Selain isu di Mojokerto, mereka juga lantang menyuarakan sengketa antara warga dengan pihak pabrik Semen di Gunung Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Aksi yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian ini berlangsung tertib dan damai. (zan/run)

BERITA LAINNYA