Komunikasi Keluarga Bisa Cegah Anak Terjerumus Narkoba

MOJOKERTO - Kecenderungan anak menyalahgunakan narkoba tidak dapat dilepaskan dari peran dan tanggung jawab orang tua. Pengaruh lingkungan yang buruk terhadap anak sebisa mungkin dapat dicegah sejak dini melalui kegiatan-kegiatan yang positif.

Kasih sayang orang tua kepada buah hati dapat memberikan sifat anak yang baik, serta terlajin berkomunikasi dalam keluarga tanpa anak harus merasa takut. Nah, untuk membangun itu, BNNK Mojokerto bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Polresta Mojokerto mencegah akan bahaya penggunaan narkoba.

Yakni, melalui sidak (inspeksi mendadak) ke Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), pada pekan lalu. Sidak tersebut bertujuan, agar selama mengikuti belajar mengajar siswa-siswi tidak terganggu dari barang-barang haram tersebut.

Ahmad Saifulloh, Wakil Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kota Mojokerto menyatakan, mengonsumsi barang-barang yang dilarang dalam agama memang haram hukumnya. Macam, narkoba dan alkohol atau minuman keras (miras).  ”Sebab, lebih banyak mudlaratnya daripada manfaatnya,” ujar Saiful.

Menurutnya, larangan tersebut sudah jelas tertuang dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 219. ” Sesuatu yang mudlaratnya tinggi jangan dikonsumsi. Apalagi, selama menuntut ilmu. Seperti kalangan pelajar atau santri,” tandas putra pengasuh PP Nurul Huda, Kota Mojokerto, KH Faqih Usman ini.

Menurut Kepala BNNK Mojokerto, AKPB Suharsi, bahaya narkoba saat ini tengah merambah kepada kalangan pelajar bahkan anak-anak. Untuk mencegah hal tersebut, kata Suharsi, ada beberapa langkah untuk mencegah bahaya penggunaan narkoba.

Di antaranya, melalui sosialisasi, memberikan stiker bahaya narkoba, dan aktif mendatangi sekolah atau lembaga pendidikan maupun organisasi kemasyarakatan (ormas). ”Namun, peran orang tua sangat penting dalam mendidik putra-putrinya agar tidak melakukan hal yang negatif, bahkan mengonsumsi narkoba. Dan, jangan pernah mencoba narkoba,” katanya.

Tidak itu saja, peran peran orang tua juga sebagai panutan, pengasuh, pegawas, sekaligus pendidik. Ajak anak-anak terbiasa berdiskusi dalam keluarga sebagai sarana menumbuh kembangkan komunikasi antara orang tua dan anak. (zan/aka)

 

 


 

 

BERITA LAINNYA