Madrasah Dibayangi Listrik Padam dan Internet Error saat UNBK

MOJOKERTO - Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2017 tingkat SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK akan dilaksanakan Mei 2017 mendatang. Persiapan demi persiapan telah dilakukan oleh sekolah-sekolah penyelengara UNBK.

Mulai dari perangkat komputer, mental siswa dalam menghadapi ujian, dan proses-proses simulasi UNBK guna memastikan aplikasi atau program berjalan dengan baik.

Munirotuz Zakiyah, Kepala Madrasah MTs Darul Hikmah, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mengatakan, pihaknya siap melaksanakan UNBK. ”Kami siap melaksanakan UNBK,” katanya kepada NU Mojokerto Online.

Dalam kesiapannya, sekolah menyediakan tiga server, 24 unit komputer dan tenaga teknisi. Dengan jumalh peserta ujian sebanyak 111 siswa. Dari peserta ini, sekolah akan membagi dalam tiga gelombang.

Dengan pertimbangan, jumlah komputer yang digunakan tidak mencukupi. Gelombang pertama dimulai pukul 7.30 hingga 9.30, gelombang kedua pukul 10.30 hingga 12.30, dan gelombang tiga pukul 14.00 hingga 16.00. "Karena memang, komputer yang digunakan kurang mencukupi,” ujar Zakiyah.

Dia menjelaskan kekhawatiran lain yang kemungkinan terjadi adalah masalah teknis. Mulai pemadaman listrik, sistem mendadak error, server rusak, internet error, bahkan siswa tidak bisa membaca soal.

Disisi lain, siswa juga menpunyai kekhawatiran ketika mengerjakan soal UNBK. Kekhawatiran itu bukan dikarenakan soal ujian, akan tetapi ketika jaringan internet tidak stabil, sehingga mengganggu konsentrasi dalam mengerjakan soal-soal ujian. "Ya agak resah. Kalau misalnya jaringan internatnya error," lontar Annisatul Fadillah, salah satu siswa.

Untuk mengantisipasi kekhawatiran itu, pihak sekolah sudah melayangkan surat kepada pihak PLN dan PT Telkom. Agar dalam pelaksanaan UNBK nantinya tidak ada pemandaman listrik dan jaringan internet terputus. ”Harapannya, saat pelaksanaan UNBK nanti berjalan lancar,” pungkas Zakiyah. (zan/aka)

 

BERITA LAINNYA