Ini Alasan Kiai Mas’ud Yunus Berikan Bimbingan Haji Gratis

MOJOKERTO - Ratusan jamaah berbaju putih memadati kediaman pribadi KH Mas’ud Yunus, Kamis malam (16/3). Jamaah laki-laki berbaju koko putih bersarung, ada juga yang menggenakan gamis putih.

Sementara, jamaah perempuan menggunakan kerudung serbaputih. Setelah masuk kediaman pribadi Wali Kota Mojokerto di Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, mereka lantas mengikuti manasik haji yang diasuh Kiai Mas’ud Yunus.

’’Manasik haji ini, saya selenggarakan setiap Jumadil Akhir per tahunnya. Jamaahnya, dari berbagai daerah, dan dari berbagai KBIH (kelompok bimbingan ibadah haji, Red), ” tutur Kia Mas’ud Yunus. Calon jamaah haji (CJH) ini datang dari berbagai daerah menggunakan mobil yang memadati ruas Jalan Raya Surodinawan.

Kiai Mas’ud Yunus mengatakan, pengajian manasik haji Al Muttaqin ini sudah menginjak usia 23 tahun atau digelar sejak tahun 1994. ’’Pengajian ini atas wasiat ibu saya (Hj Fatimah, Red). Tahun 1990 ibu saya naik haji, dan berpesan, jika anak-anaknya nanti menunaikan  haji, agar mengajari mereka-mereka yang belum, dan akan menunaikan haji,” ceritanya.

Ibunda Kiai Mas’ud Yunus berpendapat, banyak CJH, terutama di Mojokerto memiliki keterbatasan tentang ilmu tentang menunikaan ibadah haji. Karena itu, Hj Fatimah memiliki kepedulian bagaimana CJH mempunyai bekal ilmu yang cukup sebelum berangkat ke Tanah Suci.

’’Awal diselenggarakan dulu hanya 15 orang yang ikut. Sampai sekarang tidak pernah beri pengumuman, hanya memberi jadwal, setiap bulan Jumadil Akhir. Alhamdulillah, sekarang jamaahnya sudah ratusan per pertemuan,” tuturnya.

Materi disampaikan dengan paket ziarah, umrah, dan haji. Sedangkan, malam menerangkan teori umrah, praktik umrah, niat ihram, niat umrah, tawaf, sai, dan tahalul. Yang menarik, pengajian manasik haji ini diselenggarakan secara gratis.

’’CJH itu calon tamunya Allah SWT, maka harus kita muliakan, kita beri ilmunya. Biayanya, ya dari keluarga sendiri. Kalau punya uang ya sumbang uang, kalau punya ilmu ya sumbang ilmu. Kalau tidak punya keduanya ya sumbang tenaga,” jelas Kiai Mas’ud Yunus yang diwanti-wanti ibundanya agar tidak mendirikan KBIH.

Mas’ud Yunus lantas mendokan, semoga CJH yang mengikuti manasik kelak menjadi haji mabrur-mabrurah. ’’Harapannya, setelah mengikuti manasik ini menjadi haji yang mandiri. Jadi, kalau sudah berangkat haji, mereka tahu apa yang harus dilakukan, tidak tergantung KBIH,” harapnya didampingi H. Jazuli. (kha/aka)

 

 

BERITA LAINNYA