Cegah Erosi, LPBI NU Ajak Masyarakat Tanam Bambu di Bantaran Sungai

MOJOKERTO – Hujan deras yang terjadi di beberapa bulan terakhir, mengakibatkan peningkatan debit air sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Mojokerto. Peningkatan arus sungai ini, bisa terjadi secara drastis saat hujan terjadi bersamaan di wilayah lain yang ada di sekitar Mojokerto. Peningkatan debit air ini biasanya dibarengi dengan meningkatnya kecepatan arus sungai. Derasnya arus sungai ini, bisa menjadi penyebab erosi atau longsornya tanggul sungai yang bisa membahayakan warga yang bermukim di sekitar aliran sungai.

Berawal dari pemikiran tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Mojokerto mengajak sejumlah elemen masyarakat untuk bersama-sama menanam bambu di sepanjang aliran sungai. Seperti yang dilakukan pada hari Minggu (26/02) kemarin. Sejumlah anggota LPBI NU dan pecinta alam Smadangpala Gondang menanam bambu petung di sepanjang aliran Sungai Pikatan yang berada di Desa Padi Kecamatan Gondang.

“Sejak banjir bandang tahun 2004 lalu, tanggul dan areal persawahan di sekitar sini terancam amblas terbawa arus sungai,” kata Saiful Anam, Ketua LPBI NU Mojokerto kepada Online NU Mojokerto.

Kondisi sungai pikatan yang menjadi perbatasan antara Desa Padi dan Desa Bakalan Kecamatan Gondang ini, diperparah adanya bekas galian pasir dan batu yang dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya tanpa melakukan reklamasi. Jika tidak dilakukan pencegahan seperti melakukan penanaman bambu ini, lanjut Anam, bisa jadi perlahan bantaran Sungai Pikatan ini akan habis dan bisa mengancam Desa Padi maupun Desa Bakalan.

Bibit Bambu ini dipilih, karena tanaman ini cocok dan terbukti mampu menahan erosi atau longsor yang terjadi akibat gerusan arus sungai. Sedikitnya 300 bibit bambu ini ditanam di bantaran sungai sepanjang satu kilometer.

“Harapan kami, tak hanya kami dan relawan atau pecinta alam saja yang peduli. Kami juga mengharap masyarakat ikut bersama-sama menjaga bibit ini,” terang Cak Anam, sapaan akrabnya usai doa bersama bersama masyarakat dan perangkat desa setempat sebelum memulai acara tanam Bambu. (Ara)

BERITA LAINNYA