LPP NU Jatim Menggali Peran Pemda Terhadap Kelestarian Sungai

MOJOKERTO - Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPP NU)  Wilayah Jawa Timur berkerja sama dengan Pemprov Jatim menggelar Lokakarya sungai 22-23 Februari.

Lokakarya dipusatkan di Hotel Vanda Gardenia, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto ini mengangkat tema: Kebijakan Pemerintah Daerah Terhadap Sungai yang Melintas.

Ketua LPP NU Jatim Wazir Wicaksono mengatakan, lokakarya ini merupakan follow-up Kongres Sungai Indonesia 2 yang digelar November 2016 lalu di kawasan bendungan Selorejo, Ngantang, Kabupaten Malang.

”Menggagas sebuah rekomendasi sungai untuk nantinya dibawa ke Kongres Sungai 3 di Banjarmasin, Kalimantan,” ujarnya kepada NU Mojokerto Online. Dia berharap, melalui lokakarya ini, pihaknya akan mendapatkan banyak masukan dan gagasan dari empat daerah di Jatim yang dilintasi Sungai Brantas dan Bengawasan Solo.

Meliputi, Pemkab Mojokerto dan Malang, serta Pemkab Bojonegoro dan Ngawi. ”Dari sini akan tercetus bagaiman peran masing-masing pemerintah daerah dalam upaya pelestarian sungai yang melintasi daerah mereka,” imbuh Wazir juga sebagai ketua pelaksana.

Hadir pula dalam kesempatan itu Bupati Mojokerto H. Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan Bupati Bojonegoro Suyoto. Keduanya juga berkesempatan memaparkan peran daerah masing-masing untuk dua sungai terbesar dan terpanjang di Jawa itu.

”Sungai Brantas memiliki potensi besar terhadap kondisi agraria di Mojokerto. Sehingga, keadaan sungai tersebut harus dijaga sesuai fungsinya. Bahkan, bila perlu kita (Pemkab Mojokerto, Red) akan membangun bendungan sejenis Rolak Songo,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto mengungkapkan, sejauh ini pemkab yang dipimpin telah berhasil mengubah paradigma masyarakat terhadap Bengawan Solo.

”Jika dulu kawasan Bengawan Solo tidak terawat, seusai mendapatkan perhatian dari pemkab, kini keadaan sungai menjadi bersih. Kepedulian masyarakat juga mulai terbangun,” tandas pria yang akrab disapa Nyoko ini.

Dia lantas mencontohkan, di antara upaya mewujudkan Bengawan Solo yang bersih itu dengan menggelar event dan acara hiburan di sepanjang bantaran sungai. ”Tentu, acara tersebut digelar dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan kawasan Bengawan Solo,” pungkasnya. (asa/aka)

 

BERITA LAINNYA