Pelantikan IPNU-IPPNU, Momentum Penguatan Cinta Tanah Air

MOJOKERTO - Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Mojokerto, resmi dilantik di Wisma NU Kabupaten Mojokerto, Sabtu (25/2).

Pelantikan ini sekaligus untuk memperingati Harlah Ke-23 IPNU dan Ke-22 IPPNU. Pelantikan dan pengukuhan pengurus periode 2016-2018 oleh Pengurus Pusat (PP) ini dihadiri 153 kader dan 25 undangan.

Ketua IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto terpilih, Mochammad Shofiyuddin dan Lailatul Badriyah sama-sama menyatakan, estafet kepengurusan yang diemban merupakan tanggungjawab besar.

Keduanya berjanji akan menjalankan amanat organisasi sesuai amanah. Dengan tetap berharap mendapat dukungan dari semua jajaran pengurus harian, Pengurus Anak Cabang (PAC), ranting (desa) dan kader.

Mochammad Shofiyuddin menyatakan, pihaknya mempunyai harapan besar kepada para kader. Di mana, setiap kader dituntut mampu membentengi diri dari seragan paham radikalisme yang sedang menggoyahkan NKRI.

Selalu berideologi Pancasila, UUD 1945, serta mengajarkan paham ahlusunnah wal jamaah (aswaja). ”Eksistensi kaderisasai kader, membentengi ideologi dari serangan paham radikal, itu sangat penting,” ujarnya kepada NU Mojokerto Online.  

Lailatul Badriyah menambahkan, semasa kepemimpinannya IPPNU akan memberi ruang gerak seluas-luasnya bagi semua kader agar bekerja keras, dengan membangun kreatifitas dan inovasi.

Dengan harapan, kreatifitas dan inovasi tersebut menjadi tolak ukur kader dalam membangun generasi yang ahlusunnah wal jamaah. ”Kader harus kreatifitas, inovatif demi masa depan yang lebih baik. Tentunya, selalu mencintai Tanah Air dan NU,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PC NU Kabupaten Mojokerto, Drs KH Syihabul Irfan Arief, M.Pd memberikan amanah kepada kader IPNU dan IPPNU agar di dalam kepengurusannya terus berjuang demi bangsa dan negara.

Sebab, perjuangan ini menurutnya adalah amanah dari para pendahulu untuk selalu mencintai Indonesia dan NKRI. ”IPPNU dan IPNU harus setia pada janjinya, dan mengikuti para pejuang NU agar bisa mencintai Indonesia,” tuturnya.

Rangkaian acara pelantikan dan Harlah IPNU-IPPNU ini ditutup dengan pemberian donasi Rp 1000 per kader. Hasilnya, akan diserahkan kepada pimpinan pusat sebagai tindak lanjut program dari IPNU-IPPNU. Salah satunya untuk mendukung pusat pendidikan gratis hingga tingkat perguruan tinggi (PT).

Usai pelantikan, para kader lantas mengikuti rapat kerja cabang (Rakercab) untuk menyusun sekaligus melaksanakan program selama tiga tahun. (zan/aka)

 

 

BERITA LAINNYA