Kapolres Sowan Rais Syuriah NU, Mbah Ilyas Wafat sambil Pegang Rokok

MOJOKERTO – Jalinan silaturahmi antara kepolisian dengan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Mojokerto terus terbangun. Selama satu pekan ini, Kapolres Mojokerto AKBP Rachmad Iswan Nusi bersama para perwira sowan ke beberapa tokoh dan pengurus NU.

Selasa (14/2), kapolres pengganti AKBP Boro Windu Danandito bersama rombongan mengunjungi Ponpes Salafiyah Al Misbar, Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kedatangan petinggi Polres Mojokerto asal Surabaya ini disambut langsung KH Chusaini Ilyas, Rais Syuriah PC NU Kabupaten Mojokerto sekaligus pengasuh Ponpes Salafiyah Al Misbar.

Pertemuan keduanya terlihat cukup hangat. Bahkan, rombongan institusi penegak hukum ini berkesempatan mengikuti salat Magrib berjamaah di pendapa pesantren. ”Saya menyampaikan banyak terima kasih atas pengayoman bapak-bapak kepolisian kepada masyarakat Mojokerto selama ini,” tutur Kiai Chusaini kepada Rachmad yang didampingi para perwiranya.

Tidak banyak hal yang diperbincangan di kediaman kiai kharismatik itu. Rachmad, sebagai pimpinan baru di Polres Mojokerto ini sekadar memohon doa restu sekaligus pamit untuk menjalankan tugas barunya di Kabupaten Mojokerto.

”Terima kasih banyak atas sambutan kiai. Mohon doa restunya, semoga kami bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” sahut Rachmad. ”Dan, semoga jalinan silaturahmi ini bisa memberi manfaat. Demi menjaga keamanan dan kenyamanan bagi kita semua,” imbuhnya.

Banyak hal baru yang dipetik dari jalinan silaturahmi kedua tokoh ini. Selain menyinggung masalah pengayoman, pengamanan, dan kondisi masyarakat yang sebagian besar adalah nahdliyin, Kiai Chusaini sempat menceritakan semasa ayahnya, Mbah Ilyas, masih gesang (hidup).

”Itu foto bapak saya,” katanya sembari menunjuk foto Mbah Ilyas yang terpasang di sudut ruang tamu. ”Beliau ini tidak bisa meninggalkan rokok. Bahkan, sampai meninggal pun dalam keadaan masih memegang rokok,” ceritanya.

Dalam foto terbingkai itu, Mbah Ilyas memang tampak memegang rokok kretek warna putih. ”Bapak saya meninggal di usia 148 tahun. Nah, sekarang umur saya ini baru 89 tahun. Artinya, saya ini bisa dibilang masih muda,” kelakar Kiai Chusaini disambut tawa Kapolres dan para perwira.

Sebelumnya, rombongan kapolres turut mengunjungi beberapa tokoh masyarakat (tomas), dan tokoh organisasi keagamaan. Salah satunya, menjalin silaturahmi dengan MWC (Majelis Wakil Cabang) NU Kecamatan Puri. Kedatangan kapolres disambut KH Sa’dullah bersama para pengurus MWC. (aka).  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    

BERITA LAINNYA