Laskar Santri Deklarasikan Bentengi Kiai

MOJOKERTO – Menyeruaknya isu ada pihak-pihak yang ingin menggoyahkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta merendahkan martabat kalangan ulama dan kiai disikapi serius santri Nahdliyin.

Setidaknya itu yang dilakukan Laskar Santri Nusantara (LSN) saat Rakorwil Dewan Koordinator Wilayah (DKW) LSN di aula Institut KH. Abdul Chalim, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu malam (4/2).

Para santri ini mendeklarasikan diri siap untuk membentengi kiai dari tindakan apa pun yang dilakukan sejumlah pihak. Deklarasi ini sebagai bentuk mereka dalam menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila sebagai simbol negara.

Dalam deklarasi itu, perwakilan santri ini meminta transparansi kepada kepolisian maupun pemerintah soal adanya pendataan kiai dan pondok pesantren (Ponpes) yang sempat terjadi di sejumlah daerah. 

’’Pemerintah, terutama kepolisian, harusnya memiliki etika bagaimana meminta data-data kiai dan pesantren,” ujar Didik Setiawan, ketua DKN Laskar Santri Nusantara. ”Lalu, tujuannya seperti apa, dan untuk apa,’’imbuhnya.

Selain mempertanyakan upaya pendataan kiai dan ponpes, mereka juga menelurkan sejumlah poin kesepakatan merespons kegaduhan yang berkembang selama ini.

Pertama, mengecam tindakan kurang berakhlak dan beretika yang melecehkan kiai dan ulama. Terbukti, banyaknya isu hoax yang sistematis dan terstruktur beredar di medsos.

Lalu, juga kesiapan LSN menjadi tameng dan benteng terdepan para kiai dan ulama dari kezaliman dan kesewenangan. ’’Kita di sini bukan melindungi, akan tetapi menjadi benteng manjaga marwah kiai,” tandasnya.

”Akan kita bentuk tim khusus. Tim inilah yang nantinya akan menjadi barisan terdepan dalam pengawalan wibawa para kiai dan ulama,’’ papar Didik. (run/aka)

BERITA LAINNYA