Hafiz Ajak Pengunjung Warung Kopi Baca Alquran

MOJOKERTO – Membaca atau menghafal Alquran tidak harus dilakukan di dalam masjid, musala, dalam rumah, atau pondok pesantren. Sabtu malam (14/1) lima orang hafiz atau penghafal Alquran justru melantun ayat-ayat suci ini di tengah warung kopi (warkop).

Saat pengunjung warkop di Jalan Raya, Perum Citra Surodinawan Estate (CSE), Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto menikmati seduhan kopi, para hafiz itu khusuk menghafal Alquran tanpa membaca kitab suci.

Sembari duduk santai di sudut warung, mereka terlihat seperti pengunjung saling bergantian menuntaskan bacaan-bacaan surat. Di antaranya, Achmad Saifullah, Surur, Zakariyah, Rahmad dan Jalal.

Penampilan mereka pun terlihat berbeda. Seolah menyembunyikan status sebagai hafiz, tidak semunya berpenampilan laiknya hafiz. Ada pula yang mengenakan pakaian biasa.

Di atas meja depan mereka terlihat beberapa secangkir kopi dan jajanan ringan. Namun, cara khataman yang dipraktikkan ini tidak berbeda dengan forum khataman Alquran pada umum. Saat satu hafiz memegang mic sembari menghafal Alquran, empat lainnya bertugas mendengar sambil menyimak.

”Ini (khataman, Red) kegiatan rutin kami. Hanya saja, kebetulan malam ini tempatnya ada di warung kopi,” ujar Achmad Saifullah kepada Online NU Mojokerto. Menurutnya, khataman kali ini memang memilih tempat berbeda.

Bukan bermaksud tidak memuliakan kitab suci atau salah menempatkan. Sengaja digelar mendukung rangkaian acara memperingati satu tahun berdirinya Warung Kopi (Wako). Bertajuk Anniversary Warung Kopi setahun.

 ”Sekaligus kami ingin mengajak pengunjung ngaji bareng. Ya, minimal mendengar, mendapat berakah manfaat dari khataman Alquran,” tambah salah satu owner Wako ini.  Khataman berlangsung sejak pukul 21.00 menjadi sajian kerohanian pengunjung warkop. Mereka seolah menikmati lantunan ayat-ayat suci sembari menikmati kopi.

”Dalam rangkaian anniversary ini Wako, pengunjung dapat menikmati kopi gratis selama dua malam dua hari,” tambah Ika Irmawansah, juga owner Wako. Secangkir kopi gratis tersebut dengan hanya menukarkan kupon yang didapat di hari sebelumnya.

”Yang tidak kebagian kupon bisa langsung daftar ke kasir. Buruan, ini berlaku dari Sabtu (14/1) dan berakhir Minggu malam (15/1),” pungkas dosen IAI Uluwiyah Mojosari, Mojokerto ini. (aka/run)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA