Teladani Rasulullah Melalui Tradisi Gerebek Keresan

MOJOKERTO - Tradisi gerebek atau rebutan Keresan digelar Pondok Pesantren (Ponpes) An Nadliyah Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H.

Sonhaji, takmir masjid sekaligus ketua panitia grebek Keresan mengatakan, tradisi ini sudah diselenggarakan sejak nenek moyang dulu. Dihelat setiap tanggal 12 Rabiul Awal atau tepat di hari kelahiran Rasulullah "Jadi memang sudah lama diadakan. Mungkin 50 tahunan yang lalu," katanya Senin (12/12).

Pohon kersen atau keres yang dipakai hanya sebagai simbol dan mempermudah acara ini digelar setiap tahunnya. Anatomi pohon kersen yang memiliki banyak ranting mempermudah untuk mengkaitkan barang-barang yang menjadi rebutan warga.

Selain itu, pertumbuhan pohon liar ini juga terhitung lebih subur dan cepat jika dibanding pohon lainnya. "Jadi tahun depan pun masih banyak stok pohon yang akan dipakai," paparnya.

Sebelum acara dimulai, ribuan warga terlebih dulu membacakan salawat secara masif sebagai tanda rasa cinta mereka kepada sang panutan. Panitia juga sudah menyiapkan dua buah pohon kersen yang diberi aneka macam doorprize dan hasil bumi.

Di antaranya, sepatu, sandal, pakaian, buah-buahan, sayuran, perabotan rumah tangga dan hasil bumi. Setelah doa selesai dibacakan, tanpa aba-aba warga langsung menyerbu dua pohon itu untuk mendapatkan barang yang diinginkan.

Tak jarang mereka harus saling dorong berebut hadiah yang dituju. Bahkan naik ke atas pohon hingga mengakibatkan pohon keres tumpang karena tak mampu menahan beban.

Hanya berselang 10 menit, semua hadiah ludes tak tersisa karena dianggap menjadi bekah bulan Maulid.  "Hasilnya dimasak untuk kebutuhan keluarga sehari-hari," tandas Arindra, salah satu warga. (run/aka)

 

 

 

BERITA LAINNYA