Aplikasi Alquran Menjamur, Gus Ipul Sentil Mbah Google

MOJOKERTO – Jamiyah Hamalatil Quran (JHQ) Mojokerto menggelar konferensi pengukuhan organisasi para hafid Minggu (4/12). Pemilihan pengurus penghafal Alquran periode ke-III ini dihelat di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfid Manbaul Quran, Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) turut hadir memberi sambutan. Dengan gaya khasnya, Gus Ipul menyampaikan sentilan dikemas joke tentang fenomena meningkatnya pengguna media sosial (medsos) yang kini menjangkit para santri.

Menurut Wagub Jawa Timur ini, pemuda sekarang cenderung memilih hal-hal yang praktis dan instant. Tidak terkecuali saat belajar ilmu Alquran. Mengambil jalan pintas dengan membawa atau mempelajari kitab Suci tersebut melalui internet atau dunia maya.

”Zaman saiki wong wes gak butuh guru langsung. Gak gelem meguru, gelem sing instan, dolek guru nang Mbah Google,” tuturnya dalam bahasa Jawa. Dengan kemajuan teknologi, lanjut mantan Ketua Umum PP GP Ansor itu, seharusnya santri menggunakan dan memanfaatkan medsos secara bijak.

Meski, pengguna medsos tidak bisa menampik lagi beragam aplikasi Alquran, dengan alasan memudahkan untuk mengaji.  Hanya saja, pemaknaan dan tafsirnya tidak bisa dipelajari dengan hanya membaca di internet.

”Butuh guru yang benar-benar paham, apalagi tentang tafsir Alquran. Jika diruntut garis (sanad) para guru-guru zaman dulu pasti nyambung,” jelasnya. Dia juga menyampaikan pesan mengasuh ponpes berskala kecil agar tidak berkecil hati.

Sebab, sebuah pesantren besar berawal dari pesantren kecil, atau hanya memiliki beberapa santri. ”Jadi, yang punya pondok kecil tidak usah berkecil hati,” paparnya. Konferensi JHQ ini juga dihadiri beberapa kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama Mojokerto.

Di antaranya, Ketua Syuriah PC NU Kabupaten Mojokerto, KH Chusaini Ilyas, KH Hafid Muslih, KH Mas’ud Yunus dan KH Faqih Ustman. (mas/mus/aka)

 

 

 

 

BERITA LAINNYA