Gondelan Kelambine Kanjeng Nabi

Oleh: Ika Irmawansah

MERAYAKAN maulid Nabi Muhammad SAW sejatinya adalah manifestasi rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran kekasih-Nya. Rasa syukur ini mewujud melalui peneladanan dan rasa cinta kepada kanjeng Nabi.

Maulid Nabi seperti alarm tahunan untuk mengingatkan kita kalau beliau adalah imam kita dalam kebenaran. Sehingga kita dianjurkan agar jangan sampai lupa untuk selalu mengikuti akhlakul karimahnya sekaligus menjaga hati agar terus nyambung cinta kita kepadanya.

Maulid tidak bisa dianggap sebagai peristiwa biasa-biasa saja. Maulid merupakan peristiwa dahsyat, sebuah awal dari revolusi besar yang mengubah peradaban dunia. Allah SWT telah melimpahkan rahmat dan rahim-Nya dengan menjadikannya prototype sempurna bagi manusia bila ingin menjalani hidup dengan baik, benar, dan seimbang.

Apalagi untuk saat ini di tengah zaman yang sibuk mengagamakan materi. Gambaran hidup kanjeng Nabi seperti layaknya oase yang mengisi kegersangan spiritualitas jiwa. Kalau menilik kemampuan kanjeng Nabi, beliau adalah manusia komplet: Ya seorang pemimpin, jago silat, ahli strategi perang, motivator, pedagang sukses, intelektual, sekaligus berakhlak mulia.

Beliau seorang yang mampu menggerakkan perubahan sosial melalui peran nyata. Terbukti beliau dan para sahabatnya telah berbuat jauh lebih baik dari generasi-generasi Arab sebelumnya.

Dalam hal bernegara, beliau tidak lantas menguasai bangsa Arab meski bisa saja memanfaatkan predikat rasulnya untuk menjadi penguasa dan raja Arab. Perjuangan beliau tidak diperuntukkan menumpuk harta dan kuasa, namun justru ”mengorbankan” harta beliau untuk umatnya, padahal kesempatan itu terbuka luas.

Beliau bukan negarawan yang suka mengintervensi kebijakan politik dalam dan luar pemerintahan dunia. Beliau juga tidak gemar menundukkan golongan yang tidak seakidah atau sealiran.

Dalam hal hasrat hidup, beliau lebih suka jadi manusia biasa. Beliau menolak menjadi nabi yang raja, dan lebih memilih menjadi nabi yang rakyat. Beliau memilih menjadi nabi yang menemani umatnya.

Dalam hal sukses, beliau mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Sukses dagangnya mengantarkan beliau menjadi seorang pedagang internasional, tapi tidak lantas menguasai jalur perdagangan dan kemudian membangun korporasi, padahal ekspedisi perdagangan beliau telah mengarungi 17 negara kala itu.

Beliau tetap memilih untuk hidup sangat sederhana. Dunia dicari hanyalah alat untuk beribadah, bukan tujuan. Oleh beliau, materi diamal salehkan, sehingga menjadi cahaya yang memberkahi tidak hanya untuk umatnya saja tapi juga umat yang lain. Beliau adalah sosok yang memiliki popularitas, materi sekaligus kedalaman spiritualitas.

Dalam hal menderita, masa kecil beliau penuh dengan keprihatinan dan kemandirian. Hikmah kanjeng Nabi tidak jauh-jauh, cukup melihat beliau dalam hal lapar. Dalam rentang tiga hari selalu ada kelaparannya dan beliau jalani itu semua dengan syukur.

Ketika berjuang menegakkan agama rahmatan lil alamin, tak jarang beliau dihina dicaci bahkan hingga tersakiti, dan itu dilakukan dengan penuh kesabaran. Beliau adalah sang uswatun khasanah. Seluruh hidup Kanjeng Nabi hanya diabdikan untuk umat manusia.

Oleh karenanya kita hanya bisa berharap menjadi makmum beliau dunia akhirat, dan berharap mendapatkan syafaatnya. Dan alasan yang pas mengapa penting untuk selalu antusias menyambut maulid Nabi? Kecuali hanya berharap beliau datang kepada kita dan diperkenankan untuk gondelan kelambine Kanjeng Nabi.

*)Penulis adalah pengajar di IAI Uluwiyah Mojokerto

 

BERITA LAINNYA