Kiai Ud: Saya Ini Guru, Wali Kota Itu Tugas Tambahan

MOJOKERTO - Menjadi guru itu bukan lagi soal berjuang, tapi sudah menjadi amanah. Kalimat di atas bisa jadi adalah ungkapan dari lubuk hati yang akan terus dikenang KH Mas’ud Yunus, Wali Kota Mojokerto saat ini.

baca: Doa Uswatun Hasanah Mengiringi Basuhan Telapak Kaki Guru

Betapa tidak, sebelum berkiprah di dunia birokrasi dan politik, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini sebelumnya seorang pendidik yang berangkat dari bawah. Dan SMA Islam Brawijaya Kota Mojokerto adalah salah satu sekolah yang paling lama dia tekuni sebagai guru.

Kiprahnya di dunia pendidikan Mojokerto tak perlu diragukan lagi. Betapa tidak, Kiai Ud juga pernah mengemban amanah dalam jabatan tertinggi sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

Tak hanya di dunia pendidikan reguler, di dunia pendidikan NU pun masih dijalani. Seperti sebagai Ketua Dewan Penasehat Pondok Pesantren Al Amin, Sooko, Kabupaten Mojokerto, dan pembina PC LP Ma’arif Kabupaten Mojokerto. ’’Saya adalah seorang guru yang mendapat tugas tambahan sebagai wali kota,’’ terangnya.

Di peringatan Hari Guru Nasional (HSN) juga Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jumat (25/11), rupanya menjadi hari penting bagi Kiai Ud. Bahkan, orang nomor satu di Kota Mojokerto ini sempat mendapat kejutan dari dua siswa usai mengikuti upacara HSN 2016.

Dia diberikan sebuah buket bunga sebagai tanda ucapan terima kasih. Pada upacara itu, Kiai Ud berkesempatan membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam sambutannya, Menteri Muhadjir Efendy mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, pamong, dan tenaga kependidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurutnya, guru memiliki peran yang sangat mulia dan sangat strategis. ’’Berbanggalah menjadi seorang guru, sebab di tangan para guru, pamong, dan tenaga kependidikan, masa depan bangsa kita menjadi taruhan. Melalui anak-anak peserta didik di sekolah, di sanggar-sanggar belajar, kita akan menentukan masa depan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, dalam beberapa kesempatan, Wali Kota Mas’ud Yunus juga selalu berpesan kepada para guru agar selalu menjaga perilaku dan ucapannya.

’’Karena apa pun yang dilakukan guru itu menjadi contoh dan teladan (uswatun hasanah) bagi sekitarnya. Tidak hanya di sekolah saja, tetapi juga di manapun dia berada. Lakunya dan ucapannya tetap seorang guru, karena hidden curriculum ini lebih penting,” tandas Kiai Ud. (run/kha/aka)

BERITA LAINNYA